SHNet, Jakarta — Forum Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang diselenggarakan di Tavia Heritage Hotel, Jakarta pada Sabtu, (08/08/2026) menyatakan dukungan penuh terhadap sukses penyelenggaraan dan sukses hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Muspimnas HPN memandang Muktamar ke-35 NU sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perjalanan Nahdlatul Ulama, termasuk dalam memperkuat kemandirian ekonomi warga dan membangun kemaslahatan bangsa.
Dalam forum tersebut, HPN menyampaikan sejumlah pokok pikiran dan rekomendasi strategis terkait penguatan ekonomi warga NU.
HPN memberikan perhatian khusus terhadap Peta Jalan NU Digdaya 2050 yang akan menjadi salah satu arah pembangunan program NU dalam 25 tahun mendatang.
Dengan visi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan bangsa, HPN mengusulkan agar pembangunan ekosistem bisnis NU menjadi bagian penting dari agenda strategis tersebut.
Ekosistem tersebut perlu dibangun dengan menciptakan jaringan pelaku usaha NU di seluruh sektor, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Konsolidasi pelaku usaha tersebut diharapkan menjadi bagian dari konsolidasi organisasi dan jamaah NU dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, kemaslahatan bangsa, serta kontribusi terhadap peradaban dunia.
Dalam menyongsong Muktamar ke-35 NU, HPN menegaskan sikap organisasi untuk mendukung siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35.
HPN juga menyatakan kesiapan untuk masuk dan berkontribusi dalam kepengurusan PBNU periode mendatang, khususnya dalam penguatan bidang ekonomi, kewirausahaan, perdagangan, industri, dan pengembangan jaringan usaha Nahdliyin.
Ketua Umum HPN, H. Dede Supriyadi Arief, M.M., mengatakan bahwa pengusaha Nahdliyin harus mengambil peran lebih besar dalam perjalanan NU ke depan.
“HPN siap mengisi ruang pengabdian. Siapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, HPN siap bekerja sama dan berkontribusi untuk memperkuat kemandirian ekonomi NU dan kesejahteraan warga Nahdliyin,” ujarH.Dede Supriyadi.
Menurutnya, kekuatan ekonomi warga NU merupakan salah satu modal penting untuk mewujudkan NU yang kuat, mandiri, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.
Menjelang Muktamar ke-35 NU, HPN juga akan menyelenggarakan Rembug Pengusaha Nahdliyin se-Nusantara yang direncanakan berlangsung di Nganjuk, Jawa Timur.
Forum tersebut akan menjadi ruang silaturahmi, konsolidasi, dan pertukaran gagasan para pengusaha Nahdliyin dari berbagai daerah dan sektor usaha.
Dalam Rembug Pengusaha Nahdliyin se-Nusantara tersebut, HPN juga akan menghadirkan para kandidat Ketua Umum PBNU dalam forum dialog dengan tema “Ekonomi dan Kewirausahaan”.
Sekretaris Jenderal HPN, H. Sugeng, S.H., M.Si., menegaskan bahwa forum tersebut untuk mempertemukan gagasan dan menawarkan solusi konkret bagi penguatan ekonomi warga NU.
“Rembug Pengusaha Nahdliyin akan menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, jaringan, dan kekuatan ekonomi warga NU dari berbagai daerah.”»
HPN Siapkan Event di Muktamar ke-35 NU
Selain Rembug Pengusaha Nahdliyin, HPN juga akan menyiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan rangkaian Muktamar ke-35 NU.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antar-pengusaha Nahdliyin yang hadir dalam Muktamar serta menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi ekonomi antarwarga NU.

Ketua Panitia Muspimnas HPN, Sri Sugiarti, S.I.P mengatakan bahwa seluruh rangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari upaya HPN untuk menjadikan momentum Muktamar ke-35 NU sebagai titik penguatan konsolidasi pengusaha Nahdliyin.
“Kami ingin momentum Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi ekonomi warga Nahdliyin. Pengusaha NU harus terhubung dari pusat sampai daerah, dari sektor hulu sampai hilir, sehingga terbentuk ekosistem usaha yang saling menguatkan,”
Sembilan Agenda Strategis

Muspimnas HPN secara garis besar menegaskan sembilan agenda strategis:
- Nahdlatul Ulama perlu menegaskan kembali jati dirinya sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang kuat dan mandiri dengan membangun keberdayaan dan kesejahteraan ekonomi warganya, dengan meningkatkan kualitas sumber daya dan jaringan usaha, menciptakan iklim dan ekosistem bisnis berusaha yang produktif, adaptif, kolaborstif dan menyejahterakan.
- Terhadap Peta Jalan NU Digdaya 2050 yang akan dijadikan sebagai arah program NU 25 tahun mendatang, diantaranya menetapkan visi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan bangsa,
maka HPN mengusulkan dibangunnya ekosistem bisnis di NU dan diciptakannya jaringan pelaku usaha di semua sektor mulai dari lini hulu hingga hilir sebagai bagian dari misi konsolidasi organisasi dan jamaah NU untuk terciptanya misi kesejahteraan rakyat dan terwujudnya kemaslahatan bangsa dan peradaban dunia.
- Untuk memastikan ada dan kuatnya jaringan para pelaku usaha NU, maka diperlukan adanya Asosiasi Pengusaha sebagai bagian penting eksosistem bisnis di lingkungan NU yang terkait langsung dengan lembaga perdagangan dan industri sebagaimana KADIN, HIPMI yang selama ini menjadi partner pemerintah dalam menjalankan industri dan perdagangan lokal, nasional, regional dan global.
- Sebagai Asosiasi Pengusaha yang diinisiasi dan dan didirikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 2011, maka Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) siap menjadi garda terdepan dalam menjalankan ekosistem bisnis dan industri termasuk pengelolaan usaha dan peluang akses usaha yang dimiliki PBNU dan kepengurusan di bawahnya sebagaimana program Makan Bergizi Gratis (MBG), Perhutanan Sosial dan peluang bisnis lainnya.
- Sebagai asosiasi yang berinduk pada Kamar Dagang dan Industri (KADIN) maka keberadaan HPN cukup sebagai organisasi strategis dan taktis yang didirikan oleh PBNU dan tidak perlu disatukan ke dalam struktur resmi organisasi sebagai Badan Otonom.
- Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) mendukung siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-35. HPN juga menyatakan kesiapan untuk masuk dan berkontribusi dalam kepengurusan PBNU periode mendatang.
- Menjelang Muktamar PBNU, HPN siap meramaikan dengan melaksanakan Rembug Pengusaha Nahdliyin se-NUsantara yang akan dilaksanakan di Nganjuk, Jawa Timur.
- Dalam Rembug Pengusaha Nasional dibuat Forum untuk menghadirkan kandidat Ketua Umum PBNU dengan tema Ekonomi dan Kewirausahaan.
- Dalam Mukhtamar PBNU, HPN akan menyiapkan Event untuk memeriahkan agenda tersebut, sebagai bagian dari Silaturahmi antar Pengusaha nahdliyin, yang ingin hadir dalam Mukhtamar PBNU
HPN berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga, bangsa, dan kemanusiaan. (sur)

