21 August 2026
HomeBeritaHolding Besar dan BUMN Dukung Kebumen Travel Mart 2026 yang Berpusat di...

Holding Besar dan BUMN Dukung Kebumen Travel Mart 2026 yang Berpusat di Benteng Benteng Van Der Wijck

SHNet, Jakarta-Sepekan menjelang pelaksanaan Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 yang dipusatkan di Benteng Van Der Wijck yang bersejarah di Gombong, banyak perusahaan besar baik swasta maupun pemerintah, menyatakan dukungannya sebagai sponsor. Perkembangan ini bukan saja menggembirakan, tapi memberi nilai lebih penyelenggarakaan yang pertama kali.

Diplomat senior yang menjadi Ketua Panitia Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 Wahid Supriyadi mengungkapkan hal ini dalam perbincangan dengan media, akhir pekan ini .

Wahid Supriyadi yang pernah menduduki pos sebagai Dubes di Uni Emirat Arab dan terakhir di Rusia dan Belarus, lebih lanjut mengatakan intinya KTM 2026 yang digelar 27-29 Agustus 2026 ini  adalah sebuah kerja sosial untuk meningkatkan perekonomian yang didasarkan dengan memorandum kerja sama pemerintah daerah dan Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE)  terutama di bidang pariwisata.

“Saya lihat ini peluang yang masih dikembangkan dalam masa krisis dan permasalahannya adalah sponsorship. Kita paham bahwa kementerian dan pemda adalah budget cut yang luar biasa dan tak masalah kita tetap kerja sama dengan mereka dalam bentuk in kind. In kind berarti dalam bentuk barang, jasa, atau fasilitas (bukan uang tunai), atau sebagai balasannya dengan hal yang serupa,” papar Wahid.

Dikemukakan Wahid, dalam persiapan KTM 2026 ini, panitia memang lumayan dapat sponsor dari Pertamina yang biasanya uang keluar di waktu akhir. Dari situ kita coba mengingat-ingat networking-networking yang kita punya. Saya dulu menyelenggarakan festival di Moskow, Rusia, dan meraih rekor MURI. Saya ingat dulu ada satu perusahaan Artha Graha yang membari dukungan.

“Saat injury time, perusahaan Artha Graha yang ada kaitan dengan masalah social entrepreneurship. Ternyata memang grup ini ikut mendukung saya,” ucap Wahid.

Diungkapkan, ketika  waktunya semakin mendekat, dirinya mencoba kontak Artha Graha dan ternyata perusahaan ini masih berkaitan dengan masalah sosial. Group Artha Graha juga memiliki beberapa perusahaan yang peduli dan juga perusahaan yang berhubungan dengan teknologi dalam memudahkan masyarakat dalam bertransaksi secara digital seperti QRIS.

Ini akhirnya bergulir dan ini take and give yang sangat wajar dalam dunia bisnis, Kita mempromosikan beberapa produk yang memang bagus. Karena kita mengarah kepada cashless.

Apresiasi pada Swasta dan Sponsor Lain

Lebih lanjut Wahid Supriyadi mengatakan, dalam kaitan dukungan pihak swasta dan BUMN, hal ini juga sebagai prinsip take and give yang saling beruntung masih ada pihak swasta yang masih peduli terhadap upaya kegiatan sosial. Karena jika sektor pariwisata berjalan akan dirasakan multiplier effect-nya.

“Kita harus memberikan keuntungan kepada pihak swasta yang terlibat dalam kegiatan KTM 2026. Inilah negosiasinya Bu Rike Sumangkut sebagai perancang dan pelaksana selama sebulan ini. Bagaimana 4 perusahaan dari Group Artha Graha bisa diakomodasi dengan prinsip win win solution,” kata Wahid.

Dikatakan, ini sudah jalan dan perlu diapresiasi peran swasta dalam kondisi anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terbatas, Itu point-nya. Saya kira dan berharap ini bukan the first and the last.

Karena bisnis itu sebagai sesuatu yang terus menerus dan pembinaan UMKM juga tak mudah, Kebanyakan teman saya di luar negeri sebanyak 75 persen adalah produk makanan. Terutama produk makanan tropis dari keripik pisang, keripik singkong, dan lainnya tak di negara Eropa. Menurut saya, permintaan akan meningkat.

Pelaksana ajang KTM 2026, Rike Sumangkur (kanan) dan rekannya, Nuniek Saptarini (kiri) Nuniek

Buyer Mancanegara dan Seller Berbagai Daerah Hadir

Sementara itu EO KTM 2026,  Rike Sumangkut mengatakan,  update data buyer sampai akhir pekan ini ada 150 buyer. Kita tutup di 150 peserta dari seluruh Indonesia Lombok, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jabodetabek, Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Batam.

Perwakilan dari organisasi pariwisata seluruh Indonesia, mengirimkan delegasi masing-masing dua seperti ASITA, PHRI, ASTI, ASPI, IPI, Astindo. Total organisasi sekitar 15 organisasi pariwisata.

Seller dengan jumlah 65 terdiri dari 30 seller dari Kebumen, 30 perwakilan masing-masing tiap daerah. Jadi setiap daerah mewakili satu delegasi. Seperti DKI Jakarta diwakili Taman Mini Indonesia Indah, ada dari Jatim, Jateng selebihnya sekitar Kebumen di mana dengan bergabungnya mereka untuk menopang pariwisata dari Kebumen. Itu intinya.

Sedangkan dari Kebumen sendiri, ada perhotelan, tempat wisata, PO Bus, transportasi, wisata edukasi, BRIN sebagai pengelola Geopark akan berpartisipasi dalam seller, ada Roemah Martha Tilaar, Pokdarwis, seperti Pokdarwis Waduk Sempor yang berpartisipasi mempromosikan pariwisata Gombong, Pantai Menganti, Goa Batujajar, Sagara View, Kebun Lengkeng, di mana wisata potensial Kebumen sudah turut serta meramaikan KTM 2026.

Sementara itu, mengenai sponsor, seperti yang disampaikan Pak Ketua Panitia Wahid Supriyadi sponsor besar kita saat ini adalah Artha Graha Group atau disingkat AGP.

Artha Graha terdiri dari enam perusahaan yakni Artha Graha Peduli, BAGI (Bank Artha Graha Internasional), ECI (Electronic City Indonesia), Gulavit & Takekok, dan perusahaan fintech AGP yaitu Coin dan Digital Korlantas yakni platform digital yang kerja sama dengan Korlantas. Enam perusahaan ini merupakan sponsorship dengan kontribusi terbesar buat KTM 2026.

Kemudian ada anyaman yang dibuat dari daun pandan yang ikut di ekraf, karena nanti ada buyer dari luar negeri dari tiga negara yakni China, Rusia, dan Nigeria.

Ada tenda dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) yang akan menggelar bazar murah. Nanti masyarakat akan mendapatkan kupon senilai Rp5,000 yang bisa ditukarkan khusus di bazar murah yang menjual produk sembako.

Untuk UMKM dan makanan dan minuman (mamin) expo kami bekerja sama dengan Coin Artha Graha kami mengeluarkan voucher makan kepada peserta KTM per hari selama dua hari sebanyak 350 voucher elektronik dengan nilai Rp25.000.

“Para peserta kami memberikan makan siang tetapi dalam bentuk voucher yang akan mereka tukarkan ke para UMKM mamin. Untuk penggunaan voucher makan siang ini mereka menggunakan harus aplikasi Coin tersebut,”papar Rike

Peserta akan menggunakan aplikasi Coin yang ada di setiap booth sebagai pembayaran cashless dari peserta. Mereka juga harus menggunakan aplikasi Coin dan voucher diberikan melalui aplikasi dan bisa dipajai di tenda UMKM dengan cara meng-scan barcode-nya.

Khusus untuk peserta KTM kita memberikan dalam bentuk cashless dan ini juga feedback dari bentuk kerja sama. Mereka langsung mem-branding dan kami mengoleksi  data lebih enak. Karena kita harus ada laporan tiap hari berapa transaksi keuangan yang terjadi salam di KTM baik tunai maupun non-tunai. Tunai mungkin tak bisa akurat karena mereka menggunakan formulir di UMKM untuk mencatat transaksi.

Masuknya Coin dari Artha Graha Group akan menjadi terobosan baru dan nanti ke depan bisa bekerja sama perusahaan fintech. “Kita juga mengedukasi kepada para UMKM biasa menggunakan cashless apalagi sekarang sudah banyak orang yang tak membawa uang cash dan pembayaran secara digital sudah biasa,” tambah Rike.

Selain sponsor besar dari Artha Graha Group, ada juga sponsor dari Pertamina, PGN, PLN. Selain itu, PLN juga mensupport untuk memasok kebutuhan listrik selama pelaksanaan KTM 2026 berlangsung.

Apalagi sekitar Benteng Van Der Wijck tak ada listrik. Pihak PLN menyumbang listrik dan pihak penyelenggara tak dikenai biaya sebagai bentuk dukungan PLN terhadap pelaksanaan KTM 2026. Bahkan sebulan sebelum pelaksanaan listrik sudah terpasang. PLN termasuk salah satu sponsor besar KTM 2926.

PGN sebagai sponsor menyumbang tenda untuk dipakai oleh UMKM. Telkomsel juga berkontribusi. Selain itu, ada Jasa Raharja bahkan dua perusahaan yaitu Jasa Raharja Putra dan Jasa Raharja Pusat.

Jasa Raharja Putra turut menjadi sponsor karena ditawarkan berpartisipasi dalam table top dengan menjual paket travel insurance. Di dunia pariwisata, kami berupaya mengkampanyekan asuransi perjalanan wisata.

Ketua Panitia KTM 2026 Wahide Supriyadi (tengah) diberi kejutan hadiah ultah secara spontan oleh tim EO, Rike dan Nuniek serta pendukung KTM 2026

Jasa Raharja memiliki produk tersebut dan itu kita tawarkan juga dan salah satu negosiasi dari pihak panitia dengan memberi data seller. Mereka akan dipertemukand dalam tabletop. Merak pihak sponsor akan mendapat feedback.

Sponsor Roemah Martha Tilaar mensponsori KTM 2026 dengan mendukung kegiatan walking tour dan para pengunjung dan peserta KTM digratiskan masuk museum Roemah Martha Tilaar.

Sponsor kopi Kapal Api kontribusi lumayan selain dukungan cash dan bentuk in kind. Kita di-support coffee break selama tiga hari pagi dan sore.

Kita juga selain sponsor dari perusahaan kami juga sponsor in kind seperti  kegiatan dari komunitas disabilitas Kebumen. Mereka menyumbang acara pawai hari pertama di kirab budaya, melukis dari kalangan disabilitas.

Ada pengusaha jamu yang siap menyumbangkan 1.500 cup jamu. Ada kegiatan tos-tosan minum jamu bersama dan makan sate ambal.

Ada sponsor pertunjukan wayang kulit semalam suntuk di hari ketiga atau terakhir oleh rektor Unindra (Universitas Indraprasta) PGRI di Jagakarsa, Jakarta Selatan.. Prof.Dr,H.Sumaryoto. Universitas dengan UKT yang murah.

Ada sponsor Pemprov Jateng, Petrokimia, Cleo, Bangun Bisnis Indonesia, Bapanas dan dinas pariwisata, dispar Kebumen, Kominfo Kebumen, Dishub Kebumen. Bentuk inkind lainnya juga banyak termasuk Damkar dan persediaan ambulans dan tenaga medisnya dari Rumah Sakit PKU Muhamadyah,   Dukungan keamanan dan ketertiban yang melibatkan Polri dan TNI.Panitia mengundang 12 kecamatan dan kepala desa sekitarnya. (sur)

 

 

 

 

 

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU