21 August 2026
HomeBudayaPerkuat Diplomasi Budaya Indonesia, Tantowi Yahya Gelar Konser di Sejumlah Negara Eropa

Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia, Tantowi Yahya Gelar Konser di Sejumlah Negara Eropa

SHNet, JAKARTA – Tantowi Yahya Bawa Misi Diplomasi Budaya Indonesia ke Tiga Negara Eropa. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia hadir di Norwegia, Spanyol, dan Belanda pada Agustus – September 2026, didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial.

Indonesia perkuat diplomasi budayanya di Eropa melalui rangkaian konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia yang akan dibawakan Ambassador Tantowi Yahya bersama Thomshell Band di Norwegia, Spanyol, dan Belanda pada 24 Agustus hingga 7 September 2026.

Program ini menggabungkan promosi budaya, pariwisata, dan investasi Indonesia dalam satu panggung diplomasi publik. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia merupakan pertunjukan musik yang menggabungkan lagu-lagu Indonesia, lagu daerah, karya internasional, serta narasi budaya yang memperkenalkan keragaman Indonesia kepada audiens global.

Program ini dirancang sebagai sarana diplomasi budaya yang menjembatani dialog antarbangsa melalui bahasa universal musik. Penampilan tahun ini menjadi tahun ketiga berturut-turut bagi Ambassador Tantowi Yahya tampil di Santa Susanna, Spanyol, menunjukkan kepercayaan dan apresiasi yang terus tumbuh dari audiens internasional terhadap diplomasi budaya Indonesia.

Rangkaian konser akan diselenggarakan di tiga panggung: 24 Agustus 2026 di Victoria National Jazz Scene, Oslo dilanjutkan 28 Agustus, 31 Agustus & 1 September 2026 di Hotel Indalo Park Santa Susanna, Barcelona, Spanyol dan puncaknya pada 4 September 2026 dengan Resepsi Diplomatik KBRI Den Haag, di Wisma Duta RI, Kerkeboslaan 2, 2243 CM Wassenaar.

Berbeda dari konser musik pada umumnya, “Strings of Equator” merupakan platform diplomasi yang mengintegrasikan promosi budaya, pariwisata, dan investasi Indonesia. Program ini ditargetkan dapat membangkitkan ketertarikan wisatawan Eropa untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi prioritas, serta menanamkan persepsi positif tentang Indonesia sebagai mitra investasi yang terbuka dan menjanjikan.

Thomshell Band saat tampil membawakan lagu unggulan mereka nanti, ‘Burung Kakatua’. (SHNet/Nonnie Rering).

“Musik adalah jembatan paling universal antarbangsa. Melalui ‘Strings of Equator’, kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi juga mitra strategis yang siap berdialog dengan dunia, baik dalam ranah pariwisata maupun investasi,” ujar Amb. Tantowi Yahya, Ketua Delegasi misi ini.

Misi diselenggarakan dalam kerangka kerja sama resmi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo dan KBRI di Den Haag, menjadikannya bagian dari agenda diplomasi publik Republik Indonesia di kawasan Eropa Utara dan Eropa Barat. Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia mendapatkan dukungan strategis dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana, program pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan yang dirancang untuk memfasilitasi kegiatan budaya berdampak strategis di tingkat internasional.

Kemitraan strategis juga terjalin dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai mitra strategis misi ini. Keterlibatan BRI mempertegas komitmen bank nasional terbesar Indonesia dalam mendukung promosi Indonesia di tingkat global, sekaligus memperluas narasi BRI dari ekosistem keuangan domestik menuju kehadiran aktif di panggung diplomasi internasional. Dukungan turut hadir dari PT Pertamina (Persero) yang memperkuat komposisi kemitraan multi-sektor dalam misi ini.

Keterlibatan Pertamina menempatkan perusahaan energi nasional sebagai bagian dari narasi Indonesia yang siap menjadi mitra strategis di panggung Eropa, khususnya di Norwegia dan Belanda yang memiliki ekosistem industri energi yang matang.

Kemitraan strategis juga terjalin dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial, yang turut mendukung terselenggaranya misi diplomasi budaya ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengangkat nama Indonesia di panggung internasional melalui jalur seni dan budaya.

“Dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, BRI, Pertamina, dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial menjadi penanda penting bahwa diplomasi budaya Indonesia kini dijalankan dengan dukungan ekosistem yang utuh dari pemerintah, sektor korporasi, sektor sosial, dan pelaku seni profesional. Inilah model diplomasi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi,” tambah Ambassador Tantowi Yahya.

Menteri kebudayaan menyempatkan hadir dan ikut mendukung kegiatan Journey to Europe ini. (SHNet/Nonnie Rering).

Luar biasa ide yang dihadirkan mantan Duta Besar Indonesia untuk New Zealand ini. Ditengah hiruk pikuk hancurnya negeri ini karena ulah pemerintah, Tantowi justru tak mau melihat itu sebagai penghalang. Sebaliknya, untuk menghalau pikiran negatif negara-negara lain terhadap Indonesia, Ia melahirkan ide mulia ini dengan tujuan warga asing bisa kembali melirik Indonesia sebagai tujuan wisata mereka.

Misi diplomasi yang digagas bersama Thomshell Band ini punya pendekatan khusus yang artinya, menyasar audiens yang sepenuhnya merupakan warga negara asing. Tantowi mengatakan, penyaringan ketat terhadap daftar penonton menjadi syarat mutlak dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang memfasilitasi keberangkatan tim melalui program Dana Indonesiana.

“Menteri Kebudayaan Pak Fadli Zon berpesan kalau promosi budaya tidak akan efektif jika disajikan di hadapan masyarakat Indonesia sendiri. Oleh karena itu, penonton yang hadir di Oslo dan Den Haag disaring sangat ketat,” kata Tantowi saat konferensi pers di Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

“Kami memastikan seluruh audiens berasal dari korps diplomatik, kalangan pebisnis internasional, dan komunitas asing,” sambungnya. Adapun rangkaian pertunjukan akan dibuka di Victoria National Jazz Scene, Oslo, Norwegia pada 24 Agustus 2026. Dalam sesi ini, KBRI Oslo mengundang sekitar 200 tamu terpilih dari kalangan diplomatik.

Perjalanan dilanjutkan ke Hotel Indalo Park Santa Susanna, Barcelona, Spanyol pada 28 Agustus, 31 Agustus, dan 1 September. Pertunjukan di Spanyol berkonsep komersial dan diperkirakan menyerap 1.500 hingga 2.000 penonton.

Kemudian puncak acara ditutup pada resepsi diplomatik di Wisma Duta RI Den Haag, Belanda, pada 4 September, dengan target 2.000 undangan. “Tentu saja Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang harus kita pertontonkan kepada masyarakat di Eropa tempat kami tampil nanti yaitu di Norwegia, Spanyol dan Belanda. Penontonnya pun tak sembarangan dan tak asal beli tiket. Tapi melalui penyaringan ketat. Karena ini juga harus kami pertanggungjawabkan kepada para sponsor yang mendukung kami,” jelasnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga menyempatkan hadir dan menyaksikan langsung beberapa lagu yang akan dibawakan Tantowi Yahya dan Thomshell Band diantaranya ‘Burung Kakatua’ dan beberapa lagu daerah modern bagian barat Indonesia menyatakan kagum dengan penampilan mereka dan berharap journey ini akan sukses seperti yang sama-sama diharapkan.  (Non)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU