AMBON – Kepedulian terhadap lingkungan dan upaya pencegahan banjir terus dilakukan oleh kalangan akademisi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Dr. Novita Irma Diana Magrib, ST., MT., IPM., ASEAN.Eng, melalui kegiatan pembersihan drainase bersama masyarakat di Desa Batu Merah, RT. 001/RW. 014, Kota Ambon.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan difokuskan pada pembersihan saluran drainase dari sampah, sedimentasi, dan material lain yang berpotensi menghambat aliran air.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Novita Irma Diana Magrib juga memberikan bantuan berupa sejumlah alat kebersihan kepada masyarakat, seperti sapu, sekop, dan peralatan kebersihan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk mendukung kegiatan pembersihan dan pemeliharaan drainase secara rutin.
Dr. Novita mengatakan bahwa bantuan alat kebersihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat agar memiliki sarana yang memadai untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya berhenti pada kegiatan pembersihan drainase hari ini. Alat-alat kebersihan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pemeliharaan drainase secara rutin, sehingga saluran tetap bersih dan aliran air dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi drainase lingkungan memiliki peran penting dalam mengendalikan aliran air, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Saluran yang tidak terawat dan dipenuhi sampah dapat menyebabkan aliran air menjadi tidak lancar sehingga meningkatkan risiko terjadinya genangan dan banjir.
“Pembersihan aliran sungai dan drainase bukan hanya kegiatan membersihkan lingkungan tetapi juga merupakan bagian dari upaya pencegahan banjir dan genangan air. Karena itu, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat agar kebersihan dan fungsi drainase dapat dipertahankan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan aliran sungai dan saluran drainase di lingkungan RT. 001/RW. 014. Sampah dan material yang menghambat aliran air dikeluarkan dari saluran, sehingga kelancaran aliran drainase dapat ditingkatkan.
Dr. Novita menekankan bahwa persoalan genangan dan banjir di kawasan permukiman tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik drainase, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Drainase yang sudah dibersihkan akan kembali tersumbat apabila masyarakat masih membuang sampah ke saluran. Karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dari pengelolaan drainase yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan peralatan kebersihan tersebut untuk membangun kebiasaan gotong royong dalam menjaga lingkungan, khususnya melalui kegiatan pembersihan drainase secara berkala.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Kompetensi akademisi di bidang teknik dan lingkungan dapat diimplementasikan secara langsung melalui edukasi, pendampingan, serta kegiatan teknis yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya kegiatan pembersihan drainase dan bantuan peralatan kebersihan tersebut, diharapkan masyarakat RT. 001/RW. 014 Desa Batu Merah semakin memiliki kesadaran dan kemampuan untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, aman, serta memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap risiko banjir dan genangan air.(pr)

