6 November 2026
HomeBeritaPariwisataKementerian Ekraf Akselerasi 12 Jenama Cirebon Menuju Pasar Global Lewat IDE.IND

Kementerian Ekraf Akselerasi 12 Jenama Cirebon Menuju Pasar Global Lewat IDE.IND

SHNet, Cirebon- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar showcase 12 jenama lokal dalam program IDE.IND di Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (5/11). Sebagai bagian dari program strategis Creative by Indonesia, IDE.IND memfasilitasi wirausaha kreatif daerah untuk mengeskalasi kapasitas bisnis, memperluas jejaring kemitraan, serta membuka akses pasar di tingkat nasional maupun internasional.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif kini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Semangat inilah yang menjadi dasar menumbuhkan industri kreatif dari daerah melalui kolaborasi.

“Kegiatan hari ini memberikan contoh yang baik, bagaimana kolaborasi itu terjadi. Selain pemerintah pusat dan daerah, kampus dan komunitas kreatif pun aktif bersinergi. Mari kita dorong karya kreativitas kota Cirebon menjadi kekuatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan demi Kota Cirebon yang ‘Gemah Ripah Loh Jinawi’,” ujar Menteri Ekraf.

Mengusung tema ‘Penguatan Ekosistem Startup dan Talenta Digital’, program IDE.IND Cirebon membawa semangat Local Hero to National, National Champion to Global. Lewat pameran ini, para pelaku ekonomi kreatif memperagakan keunggulan inovasi produk, memperkuat daya saing, serta membangun jembatan investasi dengan para pemangku kepentingan.

(Dok. Biro Komunikasi KemenEkraf)

Sebanyak 12 jenama dari 8 subsektor hadir dalam paviliun yang ditampilkan dalam IDE.IND Cirebon:

1.⁠ ⁠Subsektor Gim

•⁠ ⁠APIBGI dan Studio Manikmaya menampilkan permainan papan lokal.

•⁠ ⁠Game Dev Bandung menghadirkan gim digital karya pengembang lokal.

2.⁠ ⁠Subsektor Aplikasi

•⁠ ⁠Jelvora menghadirkan produk sabun berbahan dasar limbah minyak jelantah.

•⁠ ⁠Hai Sus! menampilkan produk kue sus.

•⁠ ⁠Paviliun BIM × GEKRAFS Cirebon Menampilkan permainan papan dan berbagai produk kreatif lokal.

3.⁠ ⁠Subsektor Konten Digital

•⁠ ⁠KBM App memperkenalkan platform novel digital karya penulis Indonesia.

4.⁠ ⁠Subsektor Teknologi Baru

•⁠ ⁠Hiber Tech menghadirkan simulator excavator buatan lokal.

5.⁠ ⁠Subsektor Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi

•⁠ ⁠PT Nyalalagi Solusi Andalan menawarkan layanan jasa teknisi listrik.

•⁠ ⁠PT Wesclic Indonesia Neotech menghadirkan perangkat lunak berbasis Software as a Service (SaaS).

6.⁠ ⁠Subsektor Kuliner

•⁠ ⁠Larisan Snacks dan Healthy Snacks Nona Cirebon menghadirkan aneka keripik berbahan emping, singkong, dan tempe.

7.⁠ ⁠Subsektor Fesyen

•⁠ ⁠PT Batik Trusmi menampilkan produk pakaian dan kain batik.

8.⁠ ⁠Subsektor Kriya

•⁠ ⁠Brassco Gallery Indonesia menghadirkan produk kerajinan logam, mulai dari relief, logo, ornamen, hingga huruf timbul.

Kementerian Ekraf juga menyelenggarakan ASTA One Minute Startup Challenge 2026 yang diikuti 10 tim mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas Kuningan dan Universitas Swadaya Gunung Jadi. Perlombaan ini dijuarai oleh jenama Jelvora yang berasal dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang telah mulai memasarkan produknya melalui marketplace dengan nama Jelantara dan berencana memperkuat identitas merek sebelum mengurus perlindungan kekayaan intelektual.

Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Wirausaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Syarif Hidayatullah Cirebon, Rita Kusuma Dewi, mengapresiasi program ASTA One Minute Startup Challenge yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berwirausaha. Menurutnya, mahasiswa binaan telah mendapatkan pendampingan serta bantuan modal usaha selama dua tahun melalui pusat inkubator bisnis kampus.

“Program seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pendampingan dalam memulai usaha, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa kreativitas mereka dihargai dan memiliki wadah untuk berkembang. Mahasiswa sekarang membutuhkan pelatihan yang disertai praktik. Mereka perlu mendapatkan tantangan untuk menghasilkan sesuatu secara langsung. Harapannya, program seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun agar semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan usaha dan menghasilkan produk kreatif,” ujar Rita.

Jenama Cognivox dan Rerasa yang menjadi juara kedua dan ketiga terbaik dalam challenge tersebut juga mendapat apresiasi dalam Pameran IDE.IND.

Selain showcase, IDE.IND juga menghadirkan empat sesi talkshow kewirausahaan bersama pelaku usaha lokal.

Turut hadir Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ratnawati, serta Ketua Gekrafs Kota Cirebon Syafrul Setia Bakti. Menteri Ekraf didampingi oleh sejumlah Eselon I dan II Kementerian Ekraf. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU