14 May 2026
HomeBeritaPariwisataMenparekraf Optimis Target Kunjungan 1,8 Juta Hingga 3,6 Juta Wisman Tercapai...

Menparekraf Optimis Target Kunjungan 1,8 Juta Hingga 3,6 Juta Wisman Tercapai Tahun Ini

 

SHNet, Semarang—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparegraf) Sandiaga Salahudin Uno mengaku optimis, dengan di bukanya pintu masuk atau border wisatawan mancanegara ( wisman), jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia tahun 2022 sekitar 1,8 juta hingga 3 6 juta wisman akan bisa tercapai.

“ Dengan kondisi covid-19 yang menurun, pemerintah membuka border wisatawan mancanegara, maka, saya optimis jumlah target wisman ke Indonesia bisa tercapai “ kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparegraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dalam acara press Tour Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, secara virtual, di Semarang, Rabu (30/3).

(Dok. Forwaparekraf)

Sementara untuk wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2022 ini, ditargetkan mencapai 500 juta dengan kontribusi ke negara lewat PDB mencapai 4,3 persen.

Kepala bidang Pemasaran dan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Setyo Irawan mengatakan, dengan dibukan border wisatawan mancanegara, menjadi angin segar bagi provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan jumlah wisman ke provinsi ini.

Ia pada tahun 2020 jumlah wisman yang berkunjung ke Jawa Tengah mengalami penurunan yang cukup drastis hingga 88 persen. Kemudian pada tahun 2021 jumlah kunjungan wismannya turun lebih tajam lagi hingga 97 persen. Sedangkan yang 3 persen sisanya merupakan kunjungan wisman yang tidak langsung, karena mereka merupakan ekspatriat yang melakukan wisata di Jawa Tengah.

Dengan dibukanya pintu border bagi wisatawan untuk 42 negara ini tanpa karantina akan menjadi pasar potensial bagi Jawa Tengah, terutama dari Malaysia, Singapura, Cina, India dan Amerika Serikat.

Setyo menambahkan, daerah yang paling sering dikunjungan wisman adalah Borobudur, Prambanan dan berbagai destinasi di Kabupaten Semarang yang mencapai 690 daerah tujuan wisata (DTW).

Sementara untuk wisatawan nusantara (wisnus), pada tahun 2020 mengalami penurunan 60,3 persen, sementara pada tahun 2021 mengalami penurunan 5,7 persen.

Sementara untuk wisman yang menggunakan kapal pesiar yang datang ke Jawa Tengah, bila sebelum pandemi bisanya mencapai 24-25 kali setahun. Namun sejak pandemi, sama sekali tidak ada kapal pesiar yang datang. Padahal wisman dengan kapal pesiar ini juga salah satu potensi bertambahnya jumlah kunjungan wisman ke Jawa Tengah.

“Sejak pandemi, kapal pesiar satupun tidak ada yang datang ke Jawa Tengah, kalau sebelumnya bisa mencapai 24-24 kaki setahun,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Semarang, Ngesti Nugraha sangat berharap agar semua pihak bergandeng tangan untuk bisa bangkit bersama mendatangkan wisman ke Jawa Tengah.

“ Saya berharap batuan semua pihak untuk bangkit bersama untuk meningkatkan jumlah wisman yang berkunjung ke Jawa Tengah,” tegasnya.

Menyinggung tentang jumlah wisatawan pada musim lebaran tahun ini, Ngesti mengatakan, karena pemerintah sudah memperbolehkan mudik lebaran dengan berbagai protokol kesehatan yang harus dilakukan secara ketat, diharapkan para pemudik bisa mendatangi tempat tempat wisata dan bisa menginap yang tersebar di Semarang dan Jawa Tengah secara umumnya.

Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Semarang, Basari mengatakan, Kabupaten Semarang ini berada di titik strategis di Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang). Mau ke solo Jogja mampir ke Semarang. Dari kesiapan persiapan Semarang untuk kembangkan pariwisata, komitmen kami.

Dikatakan, pada 2019 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Semarang mencapai 350 ribuan berkunjungan. Namun saat pandemi terjadi penurunan drastis, pada 2020 sekitar 1,8 jutaan.
Sementara pada tahun 2022 baru 175 ribu kunjungan ke Semarang. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU