14 June 2026
HomeBeritaSikapi Kawasan Pasifik, Indonesia Perlu Belajar dari Perang Rusia-Ukraina

Sikapi Kawasan Pasifik, Indonesia Perlu Belajar dari Perang Rusia-Ukraina

YOGYAKARTA- Indonesia perlu belajar banyak dari perang antara Rusia dan Ukraina. Hal ini mengingat bisa saja kejadian di Ukraina terjadi di Indonesia. Hal ini ditegaskan pengamat ekonomi-politik Raziku Amien di Yogyakarta, Sabtu (30/4/2022).

“Pengepungan militer seperti yang dilakukan NATO pada Rusia, sedang berlangsung di kawasan Asia Pasifik. Amerika bisa ciptakan Ukraina di Papua Nugini,’” jelas aktivis 80-an di Yogyakarta.

Ia menjelaskan baru-baru ini Amerika Serikat menegaskan perluasan kerja sama keamanan dengan negara pulau Pasifik Papua Nugini. Hal in disampaikan pejabat AS, Selasa (26/4/2022) lalu.

“Apakah Indonesia sudah ada persiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ke depan? Karena pola yang sama terhadap Ukraina yang dipakai untuk mengganggu Rusia,” ujar alumni Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini.

Sebelumnya Raziku Amien mengingatkan Amerika Serikat mengumumkan bekerja sama dengan Australia membangun pangkalan Angkatan Laut baru di Papua Nugini. Rencana itu diumumkan Wakil Presiden AS Mike Pence saat kunjungannya ke Papua Nugini Sabtu (17/11/2018) lalu.

“Untuk menutupi kekalahan melawan Rusia di Ukraina bisa saja Amerika membangun konflik baru di Pasifik dengan menggalang aliansi AUKUS yang baru dibentuk. Hal ini sudah pasti mengganggu kedaulatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini,” jelas aktivis yang merintis gerakan mahasiswa dan pemuda melawan Orde Baru ini.

AUKUS adalah pakta keamanan trilateral antara Australia, Britania Raya, dan Amerika Serikat yang didirikan pada 15 September 2021.

Oleh karena itu Raziku Amien meminta agar pemerintahan Jokowi bersiap secara militer selain upaya diplomasi.

“Kita musti belajar bagaimana Rusia menghadapi kepungan AS dan NATO lewat Ukraina. Jangan sampai terlambat,” ujarnya.

Raziku Amien yang dulu aktif di Gang Rode, Yogyakarta ini mengingatkan Indonesia punya pengalaman buruk saat kudeta militer Soeharto didukung CIA Amerika Serikat dan Inggris terhadap pemerintahan Presiden Soekarno.

“Jangan lagi politik adu domba dibiarkan dan berujung tragedi politik 1965 yang berdampak sampai saat ini. Jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Pangkalan Militer

Sebelumnya Amerika Serikat mengumumkan menjalin kerja sama dengan Australia untuk membangun pangkalan angkatan laut baru di Papua Nugini. Rencana ini diumumkan Wakil Presiden AS Mike Pence saat kunjungannya ke Papua Nugini pada hari ini, Sabtu (17/11/2018).

Menurut Pence bahwa AS dan Australia juga akan bekerjasama dengan Lombrum Naval Base atau pangkalan angkatan laut milik pertahanan Papua Nugini.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU