SHNet, Jakarta– Salah satu hal yang menghambat pencari kerja meraih karier impian adalah ketidaksesuaian keterampilan yang dimiliki dengan yang dibutuhkan industri.
Jika tidak ada keterampilan yang membedakan satu kandidat dengan ribuan kandidat lain, maka ia akan kesulitan menjadi incaran perusahaan.
Inilah yang dirasakan Aditiya Fajar, alumni bootcamp dibimbing.id. Meski sudah mengantongi ilmu dan keterampilan di bidang teknik mesin, ia merasa perlu memiliki keterampilan digital dan koding agar memiliki nilai tambah di mata rekruter.
Oleh karena itu, ia memutuskan ikut bootcamp Data Science & Data Analyst dibimbing.id. Metode belajar yang terstruktur dan mentor-mentor berpengalaman membimbing Aditiya yang awalnya tidak punya kemampuan koding sama sekali. Hal ini membuatnya makin semangat belajar hingga menjadi MVP saat lulus di bulan Januari 2025 lalu.
Berkat keterampilan dan pengalaman dari bootcamp, Aditiya sukses bekerja sebagai Process Optimization Engineer di SHL Technologies di Taiwan. Ia pun jadi makin paham dan percaya diri bekerja dengan data.
“Sekarang adalah waktu terbaik untuk membekali diri dengan skill relevan demi mencapai aspirasi karier masa depan,” papar Aditiya. “dibimbing.id akan bantu kamu berkembang lebih cepat dan tampil beda dari yang lain.”
Bootcamp Data Science & Data Analyst dibimbing.id berkomitmen membimbing siapa saja yang ingin berkarier di dunia data tanpa memandang latar belakang pendidikan atau pekerjaan sebelumnya. Untuk memfasilitasi kebutuhan belajar intensif dan tanpa distraksi, kelas Data Science & Data Analyst kini tersedia secara offline. Murid akan belajar dengan lebih eksklusif karena jumlah kursi sangat terbatas, hanya untuk 12 orang. Mentor-mentor ahli di industri pun mempersiapkan murid untuk bersinar di dunia kerja. (Stevani Elisabeth)

