13 May 2026
HomeBeritaUniversitas Ibrahimy dan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Kunjungi IMDE, Bahas Kerja Sama...

Universitas Ibrahimy dan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Kunjungi IMDE, Bahas Kerja Sama Tridharma dan Literasi Digital

SHNet, Jakarta-Institut Media Digital Emtek (IMDE) menerima kunjungan Universitas Ibrahimy Situbondo, Jawa Timur, bersama Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, pada Selasa, (12/05/2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang tridharma perguruan tinggi serta penguatan literasi digital bagi kalangan pelajar dan santri.

Pertemuan yang berlangsung di Kampus IMDE itu dihadiri Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, serta para wakil rektor Universitas Ibrahimy. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, pesantren, dan lembaga pendidikan berbasis media digital.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu agenda utama yang mengemuka adalah penyelenggaraan pelatihan literasi digital bagi siswa-siswa Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo agar lebih mengenal penggunaan teknologi digital secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.

Universitas Ibrahimy merupakan perguruan tinggi berbasis pesantren yang berlokasi di Sukorejo, Sumberejo, Banyuputih, Situbondo. Berdasarkan laman resminya, Universitas Ibrahimy mengintegrasikan nilai-nilai, tradisi, dan sistem pendidikan khas pesantren ke dalam kurikulum serta kehidupan akademik. Kampus ini memiliki enam fakultas, yakni Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, ditambah program pascasarjana.

Dari sisi akademik, Universitas Ibrahimy memiliki pilihan program studi pada berbagai jenjang, mulai dari Diploma 3, Sarjana, Magister, hingga Doktoral. Pada Universitas Ibrahimy terdapat 1 program studi Diploma 3, 24 program studi Sarjana, 2 program studi Magister, dan 1 program studi Doktoral Studi Islam. Sementara itu, Universitas Ibrahimy mencatat jumlah mahasiswa aktif sebanyak 5.702 mahasiswa.

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo juga memiliki sejarah panjang dalam pendidikan Islam di Indonesia. Berdasarkan laman resminya, pesantren ini dirintis oleh KHR. Syamsul Arifin pada 1908 dan mulai menerima santri sejak 1914. Kini, Pesantren Sukorejo memiliki lebih dari 17.000 santri dari berbagai daerah di Nusantara hingga Asia Tenggara.

Kerja Sama Strategis

Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kerja sama antara perguruan tinggi, pesantren, dan institusi media digital memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berakar pada nilai keilmuan, etika, dan karakter.

“Pondok pesantren menjadi bagian penting dalam perjuangan kemerdekaan. Kini, pondok pesantren juga dapat berperan dalam kemajuan seni budaya dan industri kreatif, sehingga ekonomi bangsa menjadi lebih kuat karena tidak hanya mengandalkan ekspor bahan mentah dan tambang. IMDE merasa terhormat dapat bekerjasama dengan Universitas Ibrahimi dan Pondok Pesantren Salafi Assafiiyah di Situbondo, karena jejak para pendirinya yang memiliki tradisi “forward thinking”, seperti KHR Syamsul Arifin, KHR As’ad Syamsul Arifin, dan penerus KHR Fawaid Syamsul Arifin. Kami sangat bangga dapat bersama-sama memajukan pendidikan yang mendidik secara lengkap ilmu ukhrawi dan duniawi.”  ungkap Totok

Melalui program pelatihan literasi digital, para siswa dan santri diharapkan dapat memahami pemanfaatan teknologi secara lebih luas, termasuk etika bermedia sosial, keamanan informasi, produksi konten digital, serta peluang kreativitas dan inovasi di ruang digital.

Kunjungan Universitas Ibrahimy dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ke IMDE ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya program kerja sama konkret, seperti pelatihan, seminar, pendampingan digital, pengembangan kurikulum, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi lembaga pendidikan dalam meningkatkan kompetensi digital generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren, agar mampu menghadapi tantangan transformasi digital secara cerdas, bijak, dan berdaya saing.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU