Jakarta-Praktisi politik Anas Urbaningrum mengharapkan adanya perbaiki koordinasi elementer, sehingga dari sama-sama kerja menjadi kerjasama. Namun, Anas mengapreasi atas semua upaya yang telah dilakukan.
Anas mengungkapkan itu lewat unggahan di akun media sosial X (twitter) pada Jumat (2/1/2026).
Dalam ungguhannya Anas menyoroti kutipan pernyataan KASAD Maruli Simanjuntak, Menteri Keuangan Purbaya, BNPB dan Presiden Prabowo.
KASAD : BNPB juga hanya dukung makan.
Menkeu : Oh lu pelit juga lu, jangan begitu.
BNPB : Prajurit di lapangan dapat uang makan dan uang lelah.
Presiden : Tentara tidak boleh lelah. Uang semangat.
Berbagai pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap bekerja dan berusaha menangani bencana. Tapi, dari beberapa pernyataan ini menunjukkan perlunya kerjasama yang lebih solid dalam penanganan bencana.
“Kita respek kepada yang bekerja sungguh-sungguh menunaikan tugas.
Hormat!” cuit Anas.
Kutipan pernyataanbyang diunggah Anas sebenarnya cukup viral karena memperlihatkan pernyataan setiap pihak menurut versinya sendiri. Tapi, hal seperti ini biasa dalam pekerjaan berat untuk menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Artinya, pemerintah hadir, tetapi hanya butuh perbaikan sehingga penanganan bencana bisa lebih efektif, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas kembali.
Kunjungan Presiden
Sebelumnya, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga dan Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025).
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan menyeluruh, menyentuh aspek infrastruktur vital dan layanan dasar masyarakat.
Di lokasi Sungai Garoga, Presiden Prabowo meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Bailey sepanjang 44 meter yang berfungsi sebagai penghubung strategis antarwilayah. Jembatan ini dibangun oleh Batalyon Zeni Tempur 1/DD (Yonzipur) Kodam I/BB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum sebagai solusi cepat pengganti jembatan lama yang rusak akibat bencana, serta mampu menahan beban hingga 25 ton untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik.
Usai meninjau jembatan, Presiden Prabowo bersama Wapang TNI dan rombongan melanjutkan peninjauan ke Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan yang berada di Desa Batu Hula. Di posko tersebut, Presiden berdialog dengan tenaga kesehatan guna memastikan pelayanan medis bagi masyarakat terdampak bencana berjalan optimal dan berkesinambungan.
Kapten CKM drg. Alfian dari Kesdam I/Bukit Barisan menjelaskan bahwa tim medis telah bertugas sejak awal bencana, dan lebih dari 2.300 pasien telah mendapatkan layanan, dengan kasus terbanyak berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta infeksi kulit. “Paling banyak yang kami tangani ISPA dan infeksi kulit,” jelasnya.
TNI hadir tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga sebagai salah satu garda terdepan dalam membantu masyarakat melalui dukungan pos kesehatan dan pembangunan infrastruktur darurat seiring dengan komitmen pemerintah mewujudkan pemulihan pascabencana yang terpadu melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan agar rehabilitasi masyarakat Tapanuli Selatan berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan.(den)

