8 December 2025
HomeBeritaBadan Penghubung NTT dan Diaspora Kampanye Perlindungan Perempuan dengan "Bertemu Bertenun" ...

Badan Penghubung NTT dan Diaspora Kampanye Perlindungan Perempuan dengan “Bertemu Bertenun”  

Jakarta-Badan Penghubung Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jakarta berkolaborasi dengan Forum Perempuan Diaspora NTT menggelar talkshow bertema “Bertemu, Bertenun” pada Sabtu (29/11/2025) di Tebet Eco Park, Tebet, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan perempuan diaspora asal NTT dari berbagai wilayah di Jabodetabek ini untuk mempromosikan seni tenun, kuliner khas NTT sekaligus memperkuat kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Badan Penghubung NTT, Florida Taty Satyawati, ST mengatakan, bagi Badan Penghubung NTT di Jakarta kegiatan kolaborasi dalam kegiatan ini sangat penting dalam rangka untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan.

Selama ini, jelas Taty, Badan Penghubung NTT di Jakarta sebagai representasi Pemerintah Provinsi NTT di Jakarta sering menangani dan menyelesaikan kasus perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan asal NTT yang bekerja di wilayah Jabodetabek maupun di luar negeri.

Menurut Taty, setiap tahun jumlah kasus yang Badan Penghubung NTT tangani meningkat, sehingga kolaborasi dengan komunitas diaspora dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat jaringan advokasi, memberikan edukasi, serta menciptakan ruang aman bagi perempuan NTT di perantauan.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan mengatakan, sangat penting untuk terus berupaya penecegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Veronica mendorong Badan Penghubung NTT dan Forum Perempuan Diaspora NTT untuk lebih aktif melakukan kampanye dan edukasi anti kekerasan, alih-alih hanya hadir ketika kasus kekerasan sudah terjadi.

Menurut Veronica, langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk membangun kesadaran publik dan perlindungan yang lebih kuat bagi perempuan dan anak NTT.

Talkshow “Bertemu, Bertenun” juga menampilkan diskusi mengenai peran perempuan dalam merawat tradisi serta pameran karya tenun aneka kuliner khas NTT dari berbagai daerah di NTT. Seni tenun dipandang bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga symbol ketekunan, kekuatan, dan identitas perempuan NTT yang terus dijaga lintas generasi.

Badan Penghubung Nusa Tenggara Timur di Jakarta dan Forum Perempuan Diaspora NTT sebagai penyelenggara berharap kegiatan di Tebet Eco Park ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi dalam bidang pemberdayaan ekonomi perempuan, pelestarian budaya tenun, serta kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Acara talk show ini berkaitan dengan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang berlangsung setiap 25 November hingga 10 Desember.(dd)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU