15 July 2024
HomeBeritaBSKDN Kemendagri Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Pembangunan DKI Pasca Pemindahan IKN

BSKDN Kemendagri Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Pembangunan DKI Pasca Pemindahan IKN

Jakarta– Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan pentingnya keberlanjutan pembangun di DKI Jakarta paska pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. Untuk membedah
sistem pemerintahan Provinsi DKI Jakarta pasca pemindahan ibu kota negara, BSKDN Kemendagri menggelar forum diskusi di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

“Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, menjadi dasar Pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Kebijakan ini sangat strategis. Bagaimana caranya kita harus tetap menjaga keberlanjutan pembangunan (Jakarta),” kata Kepala BSKDN Kemendagri Eko Prasetyanto.

Menurutnya, pembangunan di Jakarta akan dihadapkan dengan beragam tantangan. Eko mencontohkan masalah polusi udara yang saat ini sudah masuk dalam kategori sedang. Selain itu, intrusi air laut juga menjadi problem lain yang bakal menyebabkan permukaan tanah terus mengalami penurunan. Tidak hanya itu, Eko juga menyinggung  tingkat kepadatan penduduk di Jakarta.

“Jakarta hanya memiliki luas sekitar 651 km persegi, namun dihuni 11,5 juta penduduk dengan kepadatan 17 ribu jiwa per km persegi. Bahkan di wilayah Jakarta Pusat sudah 23 ribu jiwa. Jangan sampai masalah-masalah ini meluas di masa mendatang,” jelas Eko.

Jakarta, katanya, disokong oleh kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 82 Triliun. Jumlah itu, kata Eko, termasuk APBD tertinggi dibanding provinsi lain di Indonesia. Karena itu, Jakarta diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia tetap tinggi.

“Kita harus paham bagaimana persoalan demografi kedepannya. Karena kalau kita ketahui, bonus demografi di Jakarta sangat luar biasa. 70% usia produktif. Usia tidak produktif hanya 30%. Artinya ini memerlukan lapangan kerja yang tinggi. Lalu bagaimana desainnya agar Jakarta dapat menjadi kota global dan memberikan kenyamanan,” jelas Eko.

Eko  mengajak para narasumber dan hadirin untuk turut bersama mendiskusikan konsep pembangunan berkelanjutan di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber Direktur Regional I Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik, Kepala Puslitbang Otda, Polpum BSKDN Kemendagri Akbar Ali, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali, dan Ketua Mayarakat Kebijakan Publik Indonesia Riant Nugroho, serta Peneliti CSIS Arya Fernandes.

“Diskusi seperti ini akan kita lakukan terus menerus hingga proses pemindahan ibu kota negara selesai, sehingga dapat memberikan telaahan-telaahan strategis,” kata Eko.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU