22 May 2022
HomeBeritaPariwisataDesa Penyangga Kawasan Adat Baduy , Menyimpan Sejuta Pesona

Desa Penyangga Kawasan Adat Baduy , Menyimpan Sejuta Pesona

SHNet, Jakarta– Baduy, kelompok masyarakat adat yang mendiami Provinsi Banten. Mereka hingga saat ini masih berpegang teguh pada adat istiadat dan budaya leluhurnya.

Tak hanya itu saja, desa-desa penyangga di Baduy ternyata menyimpan sejuta pesona. Ini juga yang diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Andi Yuwono yang sempat menyambangi beberapa desa wisata penyangga tempat masyarakat Baduy tinggal pada 21-23 Januari 2022.

Dalam perjalanan Asidewi kali ini juga didampingi oleh Ketua Asidewi Banten Ram Ariff. Melansir situs resmi Asidewi Banten, desa-desa penyangga itu adalah Desa Leuwidamar, Desa Bojongmenteng, Kampung Cijahe, dan Kampung Binong di Kabupaten Lebak.

Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Andi Yuwono mengunjungi desa-desa di Baduy, Provinsi Banten (Dok. Asidewi)

Desa-desa tersebut memiliki potensi wisata seperti agrowisata, budaya, dan alam. Lantas, apa saja pesona desa-desa tersebut, berikut keterangannya:

1. Desa Leuwidamar, Kabupaten Lebak

Desa Leuwidamar merupakan tujuan wisata religi, budaya, alam, dan agrowisata yang menawarkan kegiatan wisata lengkap.

Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati keindahan alam , adanya situs makam Bupati pertama Lebak, areal agrowisata luas yang menyajikan berbagai macam budidaya tanaman dan buah serta menikmati keindahan alam di pesisir sungai dengan adanya kincir pengairan tradisional dari bahan bambu.

Selain itu, ada juga agrowisata yang menyajikan budidaya tanaman berbuah seperti semangka, melon, durian, dan sebagainya dengan dukungan kelompok tani setempat siap untuk melayani pengunjung.

Untuk kearifan lokal yang tersedia, pengunjung bisa menikmati ziarah makam dari bupati pertama lebak. Untuk menempuh ke situs ziarah, pengunjung harus menyeberangi sungai dengan jembatan kayu yang menggantung diatas sungai yang lebar. Rencana akan disediakan perahu dua buah untuk mengantarkan wisatawan ke situs makam tersebut.

Jarak tempuh dari Jakarta menuju Desa Leuwidamar adalah 130 kilometer (km) atau sekitar 2 jam 25 menit. Sambil berkunjung ke desa ini, kamu juga bisa berkunjung ke kawasan adat Baduy yang letaknya tidak jauh.

2. Kawasan adat Baduy, Kabupaten Lebak.

Kawasan Baduy dalam terletak di tiga kampung yaitu Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana . Tujuan perjalanan ini menawarkan pemandangan dari kearifan lokal yang letaknya berada di tengah hutan yang rindang.

Pemandangan alam lain yang bisa dilihat adalah persawahan, sungai, dan perbukitan. Jika ingin menikmati alam lebih lama, wisatawan juga bisa memanfaatkan menginap di rumah warga Baduy dalam.

Saat berkunjung, wisatawan dapat melihat kehidupan Baduy dengan pesona alam dan nilai nilai luhur budaya turun menurun dari leluhur. Terdapat juga produk yang dibuat langsung oleh warga Baduy dalam diantaranya golok, ikat kepala, tas kulit kayu dan akar serei, baju, selendang, dan sebagainya.

Desa ini masih mempertahankan nilai budaya, seperti tradisi saat mengawali dan mengolah lahan serta tanam padi.

Asidewi sempat mengunjungi Kampung Cibeo di Baduy dalam dan menginap di rumah Abah Halim atau Ayah Mursid yang merupakan wakil jaro atau tokoh adat setempat. Keramahtamahan dan komunikasi yang hangat di tempat berkumpul warga baduy dalam saat ronda bergilir sangat memberikan pelajaran yang banyak dan tak ternila betapa bersahaja dan harmoninya mereka hidup dengan alam dan budaya yang masih lestari.

Kehidupan yang bersahaja dan melestarikan nilai nilai budaya leluhur merupakan prinsip bagi semua warga Baduy dalam. Aktivitas di ladang, bercocok tanam, pengobatan dari rempah rempah, memanfaatkan sungai untuk ambil minum, mandi, cuci, dan untuk keperluan adat lainya dengan tempat yang berbeda beda.

Kain tenun khas Baduy. (Dok.Asidewi)

Ada batas tempat tertentu yang tidak diperbolehkan untuk menggunakan foto atau alat potret. Sehingga Baduy dalam masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap. Warga Baduy dalam tidak boleh bepergian dengan kendaraan jenis apapun, tidak menerima dana desa, tetapi untuk makan mereka pun harus belanja ke Baduy luar seperti beras misalkan.

Asidewi juga menyempatkan bepergian ke Kampung Binong sebagai desa penyangga bersamaan dengan Kampung Cijahe yang merupakan akses masuk tercepat dengan berjalan kaki 4 km untuk sampai ke Cibeo, Baduy dalam. Sedangkan dari Ciboleger itu untuk menempuh masuk ke Baduy dalam kampung Cibeo membutuhkan perjalanan kaki sepanjang 12 km.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU