SHNet, Jakarta- Obesitas atau kondisi medis berupa penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh akibat asupan kalori lebih tinggi daripada yang dibakar, telah mengkhawatirkan banyak keluarga di Indonesia, juga di berbagai negara. Pasalnya, dampak dari obesitas cukup serius bila tidak ditangani segera.
Karena itu, forum halal bi halal dan musyawarah ke-2 komunitas Dokter Alumni Smandel-SMAN 8 Jakarta atau DAS mengangkat tema ini agar menjadi perhatian publik. Acara yang digelar di Twin House , Jakarta Selatan, akhir pekan ini dihadiri dokter anggota DAS dan undangan lainnya, terutama keluarga besar Smandel.
Seminar yang menghadirkan nara sumber utama dr.Kiki Mk Samsi Sp.A dan dr. Jerry Nasarudin Sp.PD ini bertema “ Integrating Modern and Islamic Approaches in Contemporary Obesity Management: Psychosomatic Insihgt from Clinical Cases of Hypertension, Covid-19, and Lactacion Impairmanet” dipandu oleh pengurus DAS, dr. Eka
Dari data awal 2026 menunjukkan obesitas di Indonesia mencapai tingkat mengkhawatirkan, dengan prevalensi penduduk dewasa usia diatas 18 tahun mencapai 23,4 persen, naik dari 21,8 persen pada 2018. Tren ini mengarah pada lonjakan penyakit tidak menular, di mana satu dari empat orang dewasa mengalami obesitas dan risiko diabetes meningkat pada usia lebih muda.
Obesitas telah muncul sebagai tantangan kesehatan kritis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selama beberapa dekade terakhir, Indonesia telah menghadapi peningkatan pesat prevalensi obesitas, menjadikannya masalah kesehatan masyarakat yang mendesak. Artikel ini bermaksud memberikan gambaran peningkatan obesitas (epidemi), penyebab permasalahan, dampak permasalahan, dan potensi solusinya.
Pembicara dr.Kiki Mk Samsi Sp.A menyampaikan soal dengan menarik yakni menceritakan bagaimana dirinya semua dihantui rasa khawatir akan obisitas dan beragam upaya telah dilakukan baik olahraga, diet, dan sebagainya, hingga akhirnya pasrah dan berdoa sambil terus berupaya mencegah obesitas. usaha ini pun akhirnya berhasil.
Dalam paparannya, dr. Kiki menjelaskan masalah psikomatik sebagai suatu kendala dalam kaitan obesitas ini.Ia menyarankan agar segera mengenali hipertensi psikomatik pada remaja, tekanan darah tinggi karena stres, bukan faktor fisik saja.Mislanya masalah keluarga, ujian sekolah, tekanan teman, kecemasan tentang masa depan.
Dampak dari masalah ini bagi remaja menurut dr. Kiki antara lain; ssecara fisik jantung berdebar, sakit keala danpat lelah. Sedangkan secara mental akan berpengaruh pada iritabilitas, susah tidur, dan sulit untuk fokus.
gambar

Sementara dr.Jerry Nasarudin dalam paparan bertema “Comprehensive Obesity Manajement” memaparkan persoalan mulai definisi obesitas, jenis obesitas, penyebab, beragam risiko, data obesitas di Indonesia dan dunia, serta bagaimana mencegah dan terapi untuk mengurangi obesitas ini.
Untuk mengendalikan faktor risiko seta mengubah perilaku dan mempertahankan usaha dan hasil penurunan berat badan, obesitas, dr. Jerry memberikan otivasi dan saran terapi kognitif berupa: mengubah perilaku makan menjadi seimbang dan tidak berlebih, aktifitas yang cukup. perilaku dan jumlah tidur yang baik, pengelolaan stres yang adaptif dan membangun rasa percaya diri dan motivasi internal.
gambar

Saling Menguatkan
Sementara, Ketua DAS dr Nursetyanto yang ter[ilih kembali pada musyawarah ini mengatakan, sebagai dokter alumni SMA Negeri 8 Jakarta, kita memiliki identitas yang sama: integritas, kecerdasan, dan semangat kontribusi. Namun, tantangan masa kini dan masa depan menuntut kita untuk melangkah lebih dari sekadar individu yang unggul. Kita dituntut untuk menjadi komunitas yang saling menguatkan, berbagi, dan berkolaborasi—baik dalam praktik klinis, penelitian, pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat.

dikemukakan, isu-isu kesehatan global dan nasional seperti transformasi digital di bidang kesehatan, peningkatan penyakit kronis, kesehatan mental, serta kesenjangan akses layanan kesehatan, memerlukan peran aktif kita semua. DAS memiliki potensi besar menjadi wadah strategis untuk menjawab tantangan tersebut melalui jejaring alumni yang kuat dan berdaya.
“Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh panitia yg dipimpin drg Aulia dan tim atas kerja keras dan upayanya mempersiapkan acara ini. Atas nama panitia kami mohon maaf bila ada kekurangan dalam pelaksanaan acara ini,”ujar dr.Herry. (sur)

