9 August 2026
HomeBeritaDokter Ingatkan Orang Tua tidak Berikan Susu Kental Manis Sebagai MPASI

Dokter Ingatkan Orang Tua tidak Berikan Susu Kental Manis Sebagai MPASI

SHNet, Jakarta – Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap 1–7 Agustus tidak hanya menjadi momentum mengingat pentingnya pemberian ASI, tetapi juga meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pemenuhan gizi anak setelah memasuki masa makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu hal yang disoroti adalah pentingnya memilih makanan dan minuman yang sesuai dengan usia anak, termasuk tidak memberikan susu kental manis kepada bayi di bawah satu tahun.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi Dr. dr. Tetty Yuniati, Sp.A(K), M.Kes dalam webinar Pekan ASI Sedunia bertajuk “ASI Bukan Sekadar Nutrisi: Memahami Perjalanan Menyusui Sejak Hari Pertama”, Jumat (7/8), mengatakan setelah bayi mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, orang tua perlu mulai memberikan MPASI yang bergizi seimbang.

“Kalau memang ASI eksklusif kan enam bulan sudah cukup, tapi di atas enam bulan kan dia mulai MPASI. MPASI itu ada banyak contoh cara membuatnya,” kata Tetty.

Salah satu yang menjadi perhatian Tetty adalah adanya anggapan bahwa anak bertubuh gemuk selalu identik dengan sehat. Padahal, obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular ketika dewasa sehingga pertumbuhan perlu dipantau secara berkala melalui grafik pertumbuhan.

Salah satu jenis makanan yang dapat memicu kegemukan adalah makanan manis. Konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi secara rutin dapat mempengaruhi asupan nutrisi anak. Salah satu kekeliruan yang kerap terjadi adalah konsumsi kental manis sebagai susu untuk anak. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah penambahan kental manis sebagai bahan untuk MPASI.

Dalam survey penggunaan kental manis oleh masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Islam Bandung (Unisba) baru-baru ini menunjukkan sebanyak 1,78% dari responden orang tua menjadikan kental manis sebagai bahan di dalam MPASI. Sementara sebanyak 50,8 persen responden mulai memberikan kental manis saat anak berusia 1–3 tahun.

Oleh karena itu, Tetty mengingatkan orang tua untuk memperhatikan susu yang digunakan sebagai bahan di dalam MPASI. “Lebih baik menggunakan sufor dibanding kental manis,” ujar Tetty.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU