2 June 2026
HomeBeritaFenomena Menurunnya Minat Baca Dibanding Menonton

Fenomena Menurunnya Minat Baca Dibanding Menonton

Oleh: Diana Triwardhani

Berita tentang akan terjadi pemutusan hubungan kerja pada karyawan Toko Gunung Agung akhir tahun 2023 sudah sering terdengar. Menurut berita yang beredar hal tersebut karena perusahaan yang sudah berdiri sejak 70 tahun yang lalu tersebut sudah tidak sanggup lagi membayar biaya operasional yang semakin membengkak. Mengapa hal tersebut dapat terjadi ? Hal ini karena biaya pemasukan lebih kecil dibanding dengan biaya operasional tadi, kenapa ? Toko Gunung Agung perusahaan yang menjual buku-buku dan mungkin ini yang terjadi, karena masyarakat yang sudah jarang membeli buku sehingga buku-buku tersebut tidak laku dijual sehingga yang mnyebabkan pemasukan menjadi berkurang.

Hal ini juga yang banyak dikeluhkan oleh para pedagang buku di Kwitang, akan sepinya pembeli buku, yang memang sudah sangat jarang sekali yang datang. Tidak heran gaung akan hari buku nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei sejak ditetapkan pada tanggal 2002 sudah banyak dilupakan orang dan banyak yang tidak tahu.

Perbedaan  Membaca Dan Menonton

Membaca dan menonton keduanya memiliki nilai pentingnya sendiri. Berikut adalah beberapa alasan mengapa membaca dianggap penting:

Pengembangan Literasi: Membaca adalah cara utama untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis. Membaca secara teratur membantu meningkatkan pemahaman, kosakata, dan kemampuan berbahasa seseorang.

Peningkatan Imajinasi dan Kreativitas: Membaca melibatkan imajinasi dan memungkinkan pembaca untuk menciptakan gambaran mental tentang cerita dan karakter. Ini dapat merangsang kreativitas dan memperkaya pengalaman batin.

Pengetahuan dan Informasi: Membaca memberikan akses ke berbagai pengetahuan dan informasi. Buku, artikel, dan materi bacaan lainnya memberikan kekayaan informasi yang tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga membantu meningkatkan pemahaman tentang dunia di sekitar kita.

Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis: Membaca mendorong pemikiran kritis dan analitis. Dalam membaca, pembaca perlu menganalisis informasi, mempertanyakan asumsi, dan memahami sudut pandang yang berbeda. Ini membantu dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis yang penting untuk pengambilan keputusan yang baik dan evaluasi informasi secara objektif.

Relaksasi dan Refleksi: Membaca dapat menjadi sumber relaksasi dan refleksi. Membaca buku fiksi yang menarik dapat membawa pembaca ke dunia yang berbeda dan memberikan peluang untuk menyendiri, merenung, dan bersantai.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa menonton juga memiliki manfaatnya. Melalui media visual dan audio, menonton dapat menyampaikan pesan, cerita, dan informasi dengan cara yang menarik dan langsung. Menonton juga dapat memperluas pemahaman visual dan auditif seseorang.

Sebaiknya, penting untuk mencari keseimbangan antara membaca dan menonton. Keduanya dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat yang berbeda. Menghabiskan waktu untuk membaca buku dan materi bacaan lainnya serta menonton konten visual yang berkualitas dapat membantu dalam mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan kemampuan kritis secara holistik.

Alasan Lebih Memilih Menonton Dibanding Membaca

Ada beberapa alasan mengapa banyak orang sekarang lebih senang menonton daripada membaca. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi preferensi ini:

Visual dan audio yang menarik: Tontonan seperti film, serial TV, atau video memiliki keunggulan dalam hal visual dan audio yang lebih kaya. Hal ini dapat membuat pengalaman lebih menarik dan menghibur dibandingkan membaca teks yang statis.

Kemudahan akses dan ketersediaan: Dengan kemajuan teknologi, konten video menjadi lebih mudah diakses dan tersebar melalui platform seperti YouTube, Netflix, dan media sosial. Sementara itu, membaca sering memerlukan akses ke buku fisik atau e-book yang mungkin tidak selalu tersedia secara instan. Atau sebaliknya, saat ini semakin banyak buku-buku yang dapat di download, sehingga tidak perlu lagi untuk membeli buku ke toko buku.

Stimulasi multisensori: Menonton menyediakan pengalaman multisensori dengan kombinasi gambar, suara, dan gerakan. Ini dapat memberikan stimulasi yang lebih kuat dan menarik dibandingkan dengan membaca yang terbatas pada visual dan interpretasi teks.

Peningkatan penggunaan gadget dan media sosial: Perkembangan teknologi dan popularitas media sosial telah menyebabkan peningkatan penggunaan gadget dan konsumsi konten visual. Banyak orang lebih terbiasa dengan interaksi melalui media visual daripada membaca teks panjang.

Kurangnya waktu dan konsentrasi: Di tengah kehidupan yang sibuk dan cepat, beberapa orang mungkin merasa bahwa membaca membutuhkan waktu dan konsentrasi yang lebih besar daripada menonton. Menonton video dapat menjadi pilihan yang lebih mudah dan cepat untuk mengkonsumsi informasi atau hiburan.

Kelelahan mental: Setelah seharian bekerja atau menghadapi tugas-tugas yang memerlukan pemikiran intensif, seseorang mungkin lebih cenderung memilih relaksasi dengan menonton daripada membaca yang membutuhkan pemikiran dan imajinasi yang lebih aktif.

Namun, penting untuk diingat bahwa membaca memiliki manfaat uniknya sendiri, seperti meningkatkan keterampilan literasi, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Keduanya, menonton dan membaca, memiliki peran penting dalam memperoleh pengetahuan dan hiburan, dan keseimbangan antara keduanya dapat menjadi pendekatan yang optimal.

Penulis Diana Triwardhani, Dosen Program S1 dan S2 di FEB, UPN Veteran Jakarta.

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU