2 May 2026
HomeBeritaKesraHUT ke-18 Brawijaya Healthcare, Siap Menjadi Destinasi Kesehatan Di Indonesia

HUT ke-18 Brawijaya Healthcare, Siap Menjadi Destinasi Kesehatan Di Indonesia

SHNet, Jakarta– Brawijaya Healthcare tahun ini memasuki usia 18 tahun.

Dalam rangka memperingati HUT ke-18, Brawijaya Healthcare menggelar temu dan bincang bersama para narasumber dan selebriti Nasional, di Jakarta, Selasa (10/09/2024).

(Dok. SHNet/stevani)

President Director Brawijaya Healthcare, Amira Ganis mengatakan, tema hari ini “Melayani sepenuh hati, menjadi kebanggaan negeri”.

Amira menjelaskan, sepenuh hati terkait dengan dedikasi dan pengabdian. “Kita sangat menjiwai rasa bahwa kita percaya kesembuhan dari Tuhan, tetapi juga dari medis dan ketenangan hati. Itu terkait dengan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, kebanggaan negeri mau menerangkan bahwa setiap pelayanan yang Brawijaya Healthcare berikan merupakan kontribusi yang nyata bagi masyarakat Indonesia.

“Kita harus bangga terhadap layanan, para ahli dan dokter dalam melayani dan jadi destinasi kesehatan di Indonesia. Ini harapan kami, reputasi yang positif. Melalui Brawijaya Healthcare, kami terima rujukan pasien dari negara-negara tetangga,” kata Amira.

(Dok. SHNet/stevani)

Pada kesempatan tersebut, Dr dr M Yamin, Sp.JP (K), SP.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, salah satu narasumber mengatakan, bulan September diperingati sebagai bulan jantung dunia.

Dulu, seseorang terkena serangan jantung diusia 40 tahun ke atas. Namun, saat ini, usia 25 tahun sudah kena serangan jantung. Menurutnya, hal ini akibat kemudahan akses memperoleh makanan.

“Kemajuan teknologi, lewat aplikasi sudah bisa kita dapat makanan yang diinginkan,” ujar dokter kepresidenan ini.

Menurutnya, merokok, diabetes, kolesterol,malas bergerak, obesitas merupakan risiko yang menyebabkan serangan jantung.

Dr. dr M Yamin merupakan ahli jantung yang dimiliki Brawijaya Healthcare dan telah menangani pasien-pasien rujukan dari negara-negara tetangga.

Menurutnya, 4 jam mulai seseorang terkena serangan jantung hingga penanganannya, merupakan waktu yang terbaik.

Oleh sebab itu, perlu adanya pelatihan bantuan hidup dasar bagi masyarakat awam dalam menangani orang yang terkena serangan jantung.

Brawijaya Healthcare punya CSR Brave Heart yang juga memberikan pelatihan bantuan hidup dasar bagi satpam yang bertugas di tempat-tempat keramaian, bandara, dan para pekerja di sport center.

Penanganan pertama yang dilakukan terhadap orang yang terkena serangan jantung adalah menelepon rumah sakit terdekat, pastikan nadinya masih berdenyut atau tidak dan tekan dadanya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU