21 April 2026
HomeBeritaKesraIni Arah Paradigma Baru Perpustakaan

Ini Arah Paradigma Baru Perpustakaan

SHNet, Jakarta– Seiring dengan perkembangan jaman, arah transformasi perpustakaan menekankan pada paradigma baru perpustakaan.

Paradigma baru perpustakaan mengarahkan sumber daya dan upaya perpustakaan dengan proporsi 10% untuk manajemen koleksi (collection management); 20% untuk manajemen pengetahuan (knowledge management); dan 70% untuk transfer pengetahuan (transfer knowledge).

“Kami menyebut pengaturan proporsi ini sebagai Perpustakaan Menjangkau Masyarakat. Berbagai partisipasi masyarakat ditunjukkan dalam urusan literasi dan terasa impresif. Sejumlah upaya konstruktif mendekatkan sumber bacaan menjangkau hingga ke pelosok dilakukan melalui kuda pustaka, becak pustaka, bemo pustaka, motor pustaka, perahu pustaka, noken pustaka, dan lainnya,” ujar Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Perpustakaan Nasional, Sri Marganingsih pada Media Gathering dengan tema ” Meningkatkan Pemahaman Dunia Literasi dan Perpustakaan Nasional”, di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Ia menjelaskan, data terakhir (2022) mencatat tidak kurang dari 16.331 pegiat literasi tersebar di berbagai penjuru Tanah Air.

“Perpustakaan Nasional melihat potensi ini sebagai kekuatan yang harus dikolaborasikan melalui Akademi Literasi dan terus didorong perkembangannya.
Adapun tujuan dari Akademi Literasi ialah mewujudkan kolaborasi pegiat literasi melalui pemberdayaan masyarakat yang integratif dan partisipatif, serta meningkatkan nilai gemar membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, sejak tahun 2018, Perpustakaan Nasional memiliki program prioritas nasional yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Program yang mendapat dukungan dari Bappenas RI ini merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

Dengan program ini, lanjut Sri, Perpustakaan Nasional terus bergerak untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik berbagi pengalaman, berlatih keterampilan dan kecakapan hidup, belajar secara konteksual untuk menjadi masyarakat produktif, mandiri dan sejahtera.

Program ini terdiri dari kegiatan pendampingan, bimtek, bantuan TIK, bantuan koleksi siap pakai dan rak buku, dan perangkat jaringan untuk akses internet.

Sebagai instansi yang berorientasi pada jasa layanan, Perpustakaan Nasional terus berusaha untuk meningkatkan layanan secara prima.

Sejak 2015-2022, terjadi peningkatan signifikan terkait pemanfaatan layanan perpustakaan daring, mulai dari Khastara, e-resources, Indonesia One Search (IOS), iPusnas, dan Tanya Pustakawan melalui chat. Hingga kini pemanfaatan layanan perpustakaan daring Perpustakaan Nasional, khususnya e-resources, banyak diakses para mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Pusat Jasa Informasi dan Naskah Nusantara, Perpustakaan Nasional, Agus Sutoyo menambahkan, animo masyarakat begitu besar terhadap perpustakaan dan literasi.

“Animo masyarakat begitu besar terhadap perpustakaan dan literasi. Rata-rata per minggunya ada 3000-5000 orang yang berkunjung ke perpustakaan nasional. Literasi sudah menyentuh masyarakat,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU