19 April 2026
HomeBeritaKesraIni Trik Jitu Menaikkan Penjualan secara Digital

Ini Trik Jitu Menaikkan Penjualan secara Digital

SHNet, Makassar — Dunia digital saat ini mengubah perilaku transaksi barang dan jasa yang ditawarkan penjual kepada pembeli.

Bahkan, pemasaran pun bisa dilakukan secara digital lewat beragam kanal yang ada. Namun, dibutuhkan trik jitu agar produk barang dan jasa yang ditawarkan, khususnya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dilirik dan dibeli pelanggan mereka.

Demikian perbincangan dalam webinar bertema “Strategi Pemasaran Digital dalam Menunjang Kinerja UMKM” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi,di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Narasumber yang hadir adalah digital illustrator dan content creator, Dahlia Febrina; anggota Relawan Edukasi Antihoaks Indonesia (Redaxi), Sri Sumarni; dan dosen Jurusan Bisnis dan Marketing pada UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Deny Yudiantoro.

Menurut Dahlia, bagi pelaku UMKM yang menggunakan internet dalam kegiatan usahanya, maka penting sekali bagi mereka untuk memahami berbagai jenis pemasaran digital lewat internet. Beberapa di antaranya yang paling banyak dipakai adalah lewat blog, website, search engine optimatization (SEO), pemanfaatan lokapasar, beriklan di internet, menggunakan jasa influencer, atau pemasaran lewat media sosial yang juga tidak kalah populer.

“Dari beragam media pemasaran digital tersebut, ada yang paling saya rekomendasikan, yaitu strategi marketing funnel. Strategi ini adalah sistem atau cara untuk menjelaskan berbagai persiapan yang dilalui oleh pelanggan sebelum melakukan pembelian,” ucap Dahlia.

Ia menambahkan, teknik funnelling atau teknik corong mencakup semua tahapan mulai dari kesadaran (awareness) hingga ke tahap mereka (konsumen) siap membeli produk atau layanan yang ditawarkan pelaku UMKM. Ia juga mengingatkan efektivitas pemasaran lewat media sosial yang bisa menjangkau audiens lebih luas dengan biaya murah.

Terkait keuntungan pemasaran secara digital, Sri Sumarni menjelaskan, pelaku UMKM akan dapat menghemat biaya untuk pemasaran, jangkauan pasar yang lebih luas, terjalin komunikasi yang baik antara penjual dan pembeli secara digital, serta berpotensi dapat meningkatkan omzet penjualan.

Namun, ia menambahkan, harus ada strategi pemasaran secara digital yang unik apabila pelaku UMKM ingin meningkatkan pelanggan untuk membeli barang mereka.

“Syaratnya adalah buatlah konten pemasaran yang kreatif dan inovatif. Misalnya, konten memiliki storytelling, orisinil atau tidak hasil duplikat, memiliki headline atau judul yang menarik mata audiens, sumber informasi konten yang kredibel, serta pendistribusian konten secara teratur atau konsisten,” kata Sri Sumarni.

Sementara itu, Deny Yudiantoro, memaparkan bahwa dibutuhkan strategi khusus memasarkan produk barang dan jasa pelaku UMKM di media sosial, seperti Instagram, YouTube, Facebook, atau di Twitter. Strategi tersebut menyangkut waktu atau kapan saat yang tepat memasarkan produk di berbagai media sosial tersebut. Pasalnya, tidak setiap saat atau sepanjang waktu orang-orang mengakses media sosialnya.

“Salah satu waktu yang tepat memasarkan produk di media sosial adalah pagi hari pukul 05.00 sampai pukul 06.00. Itu adalah waktu di mana orang-orang mambuka ponsel mereka ketika baru bangun tidur atau sebelum memulai beraktivitas. Lalu jam 08.00-09.00 di mana umumnya orang-orang baru memulai aktivitas rutin mereka, serta sore di saat pulang usai beraktivitas di jam 17.00-18.00,” ucap Deny.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU