23 September 2026
HomeBeritaKesraIni yang Harus Dilakukan untuk Hadapi Tantangan Industri Digital

Ini yang Harus Dilakukan untuk Hadapi Tantangan Industri Digital

SHNet, Jawa Barat — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital, Jumat, (11/08/2023) di Jawa Barat.

Tema yang diangkat adalah “Menjadi Cakap Digital, Bersaing di Industri Kreatif Masa Depan”dengan menghadirkan narasumber dosen Universitas Bali Internasional Komang Tri Werthi; Dekan Fikom UNPI Astri D Andriani; serta Peneliti Komunitas Digital Kaliopak Luqman Hakim Bruno.Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3,49 dari skala 5.

Dalam merespons hal tersebut, Kemenkominfo menyelenggarakan “Workshop Literasi Digital” dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Dalam paparannya, Astri D Andriani menjelaskan, penemuan komputer dan internet telah mengubah banyak hal dasar kehidupan masyarakat. Di Indonesia sendiri, pengguna internet mencapai 210 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 77,02 % dari populasi Indonesia.

Dampak dari masifnya penggunaan internet adalah munculnya beragam industri kreatif.Industri kreatif adalah suatu proses menciptakan ide dan kreativitas yang dilakukan oleh individu maupun sekelompok orang untuk menghasilkan sebuah karya yang nantinya dijadikan produk ekonomi.

Produk ekonomi ini diharapkan bisa menghasilkan keuntungan atau profit dengan tidak mengeksploitasi sumber daya alam.“Beberapa jenis industri kreatif yang saat ini banyak dikembangkan adalah kuliner, kriya, periklanan,fotografi, musik, televisi dan radio, film, animasi, aplikasi dan pengembangan permainan, desain produk,atau seni pertunjukan dan seni rupa,” kata Astri.

Astri mengungkapkan, kunci agar sukses terjun ke industri kreatif adalah 4C. Keempatnya yaitu creative (berpikir kreatif), communication (kemampuan komunikasi yang baik), critical thinking (memiliki daya pikir kritis), serta collaboration (berkolaborasi dengan pihak lain). Namun, tetap harus dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni yang mencakup kecakapan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital.

Senada dengan Astri, Komang Tri Werthi menyampaikan, tantangan yang dihadapi di era digital sekarang ini adalah persaingan industri yang makin ketat, serta mulai banyaknya penggunaan mesin berteknologi tinggi dalam industri. Selain itu, investasi yang dibutuhkan juga sangat mahal untuk pengembangan suatu industri.

Dalam konteks ini, dibutuhkan para pekerja yang memiliki soft skill seperti di antaranya pemecahan masalah yang komplek, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, berkoordinasi dengan orang lain,kecerdasan emosional, penilaian dan pengambilan keputusan, negosiasi. Selain itu tentunya juga harus didukung oleh penguasaan penggunaan teknologi,” ucapnya.

Ada beberapa langkah strategis untuk mendorong era industri digital saat ini. Menurut dia, sejumlahlangkah itu adalah mendorong angkatan kerja di Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilannya di bidang teknologi. Sektor industri kecil dan menengah pun harus terus didorong untuk masuk ke ekosistem digital. Lalu, pemanfaatan teknologi digital yang optimal di bidang pendidikan,sosial, dan perindustrian nasional.

“Berikutnya yang tak kalah penting adalah mendorong inovasi teknologi melalui pengembangan start updengan memfasilitasi inkubasi bisnis agar lebih banyak wirausaha berbasis teknologi di wilayah Indonesia,” kata Komang.

Sementara itu, menurut Luqman Hakim, dibutuhkan literasi digital untuk menghadapi tantangan teknologi digital yang kian canggih seperti saat ini. Perkembangan teknologi digital semakin masif.Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan teknologi digital membuat pola hidup menjadi berubah.Menurut dia, diperlukan literasi digital yang baik agar bisa memaksimalkan manfaat teknologi digital dan menghindari mudharatnya.

“Hindari konten negatif, seperti judi online, kabar bohong, ujaran kebencian, atau plagiasi. Kemudian, pahami etika digital dengan cara menghargai privasi orang lain dan menghormati perbedaan yang ada,”tuturnya.

Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan NasionalLiterasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo FacebookPage dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU