30 November 2021
HomeBeritaInternasionalJangan Coba-coba Bohong di Depan Alat Ini, Pasti Akan Ketahuan

Jangan Coba-coba Bohong di Depan Alat Ini, Pasti Akan Ketahuan

SHNet, Jakarta – Peneliti dari Tel Aviv University mengembangkan teknologi yang bisa mendeteksi seseorang berbohong atau tidak berdasarkan gerakan otot wajah. Metode ini menangkap tingkat kebohongan sebesar 73% dari orang-orang yang berpartsipasi dalam penelitian. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan teknologi saat ini.

Studi ini dipimpin oleh Prof. Yael Hanein dari Center of Nanoscience and Nanotechnology and School of Electrical Engineering, Fakultas Teknik Iby dan Aladar Fleischman dan Prof. Dino Levy dari Coller School of Management. Studi mereka diterbitkan dalam jurnal peer-review neuroscience pada 22 Oktober.

Menurut Levy, hampir tidak mungkin untuk secara akurat menentukan kapan seseorang berbohong dengan teknologi pendeteksi kebohongan yang ada, sehingga tidak dapat diandalkan sebagai bukti dalam proses hukum.

“Studi kami didasarkan pada asumsi bahwa otot-otot wajah berkerut ketika kita berbohong, dan sejauh ini tidak ada elektroda yang cukup sensitif untuk mengukur perubahan ini,” katanya seperti dilansir Jerusalem Post.

Dalam percobaan, stiker yang dicetak pada permukaan yang mengandung elektroda ditempelkan ke wajah subjek untuk mendeteksi aktivitas saraf dan otot wajah. Teknologi ini dijual oleh perusahaan X-trodes, sebelumnya telah digunakan untuk mendiagnosis penyakit saraf dan memantau tidur. Tapi saat ini, para peneliti menggunakannya untuk mengidentifikasi penipuan.

Stiker ditempelkan pada dua kelompok otot, otot pipi dan otot di atas alis, dan subjek duduk dalam kelompok dua orang, dengan satu mendengarkan audio di mana kata-kata “garis” atau “pohon” terdengar.

Mereka kemudian mengatakan yang mana yang mereka dengar dan peserta lainnya harus menentukan apakah mereka berbohong atau mengatakan yang sebenarnya.
Meskipun sulit bagi peserta untuk mengetahui siapa yang berbohong, teknologi elektroda mampu menentukan akurasi 73%.

Temuan ini mungkin memiliki banyak aplikasi di masa depan, termasuk dalam interogasi, perbankan, bandara atau wawancara kerja, kata Levy. Dia percaya kamera canggih dapat digunakan di masa depan untuk mengidentifikasi gerakan otot wajah untuk menentukan kapan orang berbohong.

“Saat ini, tugas tim kami adalah menyelesaikan tahap eksperimen, melatih algoritme kami, dan menghilangkan elektroda. Setelah teknologi disempurnakan, kami berharap teknologi ini memiliki banyak aplikasi yang sangat beragam,” papar Levy. (Tutut Herlina)

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU