29 November 2022
HomeBeritaKemendagri Pamer Hasil Inovasi Desa dan Kelurahan di Pindeskel 2022

Kemendagri Pamer Hasil Inovasi Desa dan Kelurahan di Pindeskel 2022

Jakarta-Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memamerkan beragam hasil inovasi desa kelurahan dalam Pekan Inovasi Desa Kelurahan (Pindeskel) 2022.

Kegiatan ini dibuka Dirjen Bina Pemdes Kemendagri Eko Prasetyanto di
Kompleks Bina Pemdes Kemendagri di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Pindeskel digelar selama dua hari, 23-24 November 2022

Eko Prasetyanto mengajak agar semua pihak dari pusat sampai desa/kelurahan bergotong royong membangun desa.

“Kita semua harus bergotong royong, bersinergi untuk mengembangkan inovasi desa dan kelurahan untuk memajukan desa maju, mandiri dan sejahtera,” kata Eko Prasentyanto.

Menurut Eko, penyelenggaraan Pindeskel 2022 dirancang sederhana tanpa mengurangi kualitas dari Pindeskel sebagai ajang untuk saling bertukar informasi inovasi. Dia menjelaskan, kalau Pindeskel yang dilakukan setiap tahun terhenti dua tahun terakhir karena munculnya bencana Nasional pandemi covid-19.

“Kita jangan mengejar untuk harus menjadi juara, tetapi yang paling penting bagaimana agar terus berkembang, berproses untuk membangun desa,” katanya.

Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Dr. Eko Prasetyanto (peci kuning) meninjau stand Provinsi Lampung di Pekan Inovasi Desa dan Kelurahan di Jakarta, Rabu (23/11/2022)

Dia juga mengajak semua pihak untuk terus mengembangkan inovasi di desa dan kelurahan, sehingga bisa meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. “Inovasi bukan hanya soal penemuan atau invention, tetapi juga ide, gagasan dan tindakan untuk meningkatkan kemajuan desa,” jelas Eko.

Eko mengatakan, pelaksanaan Pindeskel ini memiliki arti penting sebagai wadah dalam upaya memperkuat tata kelola Pemerintah Desa dan Kelurahan.

“Saya sangat mengapresiasi Pindeksel 2022 ini, karena menhadi sarana menampilkan inovasi dan keunggulan desa, kelurahan serta potensi dan inovasi pemerintah dalam memajukan desa dan kelurahan,” tutur Eko.

Prestasi dan inovasi yang telah dicapai, kata Eko, jangan sampai hanya berhenti di wilayah, sehingga melalui Pindeskel ini diharapkan apa yang telah diraih dapat dipublikasikan dan menjadi informasi yang dapat ditiru dan dikembangkan desa dan kelurahan lain di seluruh Indonesia.

Untuk itu, Eko meminta desa kelurahan agar berlomba melakukan inovasi dengan menggunakan metode ATM. “Tapi, ATM di sini, bukan anjungan tunai mandiri, tapi amati, tiru, modifikasi,” katanya.

Direktur Evaluasi Perkembangan Desa (EPD) Ditjen Bina Pemdes Muhammad Noval menjelaskan, Pindeskel tahun 2022 merupakan sarana untuk mempublikasikan informasi berbagai keberhasilan inovasi dan pemerintahan dalam memajukan desa dan kelurahan.

Kemajuan itu antara lain meliputi penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. “Kegiatan ini bertujuan untuk membangun semangat komunikasi antar desa dan kelurahan dan di setiap daerah,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang perkembangan dan kemajuan tata kelola pemerintahan daerah, serta mendorong pengembangan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat desa dan kelurahan.(den)

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU