22 May 2022
HomeBeritaPariwisataKemenparekraf Siap Berikan Pelatihan dan Pendampingan SDM Pengelola Sarhunta di Labuan Bajo

Kemenparekraf Siap Berikan Pelatihan dan Pendampingan SDM Pengelola Sarhunta di Labuan Bajo

SHNet, Labuan Bajo– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) siap memberikan program pelatihan dan pendampingan SDM pariwisata dalam pengelolaan sarana hunian pariwisata (Sarhunta) milik masyarakat seperti homestay yang berada di kawasan destinasi super prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Andira homestay, Labuan Bajo, NTT. (Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Upaya ini dilakukan agar para pengelola homestay dapat mengoptimalkan fungsi hunian serta mampu memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan standar internasional. Dengan begitu kepuasan wisatawan akan meningkat dan akan berdampak pula pada peningkatan length of stay. Sehingga kebangkitan dan pemulihan ekonomi dapat terwujud.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, usai meninjau Andira Homestay, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mengatakan sarhunta menjadi wujud ikon dari pariwisata yang berkeadilan. Di mana pemerintah ingin masyarakat ikut andil dan merasakan manfaat dari destinasi super prioritas, dari sisi penghasilan dan penciptaan akomodasi.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat meninjau Andira homestay di Labuan Bajo, NTT. (Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

“Kemenparekraf melalui Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores akan memastikan pelatihan dan pendampingan untuk pengelolaan dan Pak Vincent (Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf) juga akan memastikan pemasaran, karena baru satu dua yang menginap di sini. Jadi ke depan harus lebih banyak,” kata Menparekraf Sandiaga.

Andira Homestay misalnya merupakan salah satu sarhunta yang dibangun oleh Kementerian PUPR. KemenPUPR sampai saat ini telah membangun 261 unit sarhunta di Labuan Bajo. Namun untuk membimbing masyarakat agar dapat meningkatkan inovasi, kreativitas, dan kualitas dalam pengelolaan homestay, dibutuhkan kerja sama dengan kementerian/lembaga terkait. Oleh karena itu, Kemenparekraf/Baparekraf akan berperan dalam kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

Andira Homestay sendiri memiliki lima buah kamar, yang terdiri dari tiga kamar di lantai 1 dan dua kamar di lantai dua. Untuk harga kamar di lantai 1 sebesar Rp180.000/malam dan untuk harga kamar di lantai 2 sebesar Rp220.000/malam.

“Saya meyakini sarhunta yang dibangun oleh PUPR dan sekarang siap untuk dikolaborasikan dengan kami di Kemenparekraf akan menjadikan program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Karena G20 akan segera hadir di sini,” ujarnya

“Tapi pelayanannya harus ditingkatkan, disediakan makan pagi, jangan lupa sprei, dan selimut warnanya putih, dan handuknya juga putih, juga dilengkapi kursi dan wifi. Nanti ini kita akan bekerja sama dengan konsep ‘geber’ gerak bersama, ‘gercep’ gerak cepat, dan ‘gaspol’ garap semua potensi lapangan kerja,” lanjut Sandiaga.

Turut mendampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu; Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan; Diektur Utama BPOLBF, Shana Fatina; Kasie Pelaksanaan Wilayah II, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II, Herman Rohi; Ka Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi NTT, Dodi Kurniadi; dan Pemilik Andira Homestay, Dewi Sukarti. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU