13 January 2026
HomeBeritaKementan Pantau Terus Implementasi Model Pertanian Terpadu Hulu - Hilir

Kementan Pantau Terus Implementasi Model Pertanian Terpadu Hulu – Hilir

SHNet, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Program “The Development of Integrated System in Upland Areas Project” terus mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara terpadu di wilayah dataran tinggi.

Kegiatan ini mengintegrasikan dua aspek penting yaitu on-farm dan off-farm yang dibungkus dengan model sistem agrisbisnis melalui integrasi hulu ke hilir (produksi, pengolahan, pemasaran).

Kegiatan on-farm fokus pada peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di dataran tinggi melalui perbaikan infrastruktur, penyediaan sarana produksi, pelatihan petani, modernisasi pertanian dalam rangka mencapai tujuan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani secara tangguh dan berkelanjutan.

Sementara itu, kegiatan off-farm dikembangkan untuk memperkuat sisi hilir dengan diversifikasi usaha, pengolahan pasca panen, pembentukan unit usaha bersama, dan fasilitasi pemasaran hingga ekspor.

Dukungan program ini telah menunjukkan hasil nyata di dua sentra industri andalan. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, salah satunya Desa Sukawangi, Kecamatan Cisurupan, program UPLAND selama 5 tahun terakhir fokus pada pengembangan industri kentang.

Dengan investasi mencapai Rp 80 miliar, program ini membangun infrastruktur pendukung, seperti jalan usaha tani, gudang, serta mendorong penerapan teknologi dan pembentukan korporasi petani untuk pemasaran.

Menurut Hermanto, Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Kabupaten garut memiliki potensi pengembangan yang sangat besar dengan lahan exsisting seluas 800 hektar.

“Menerima manfaat secara langsung selama 5 tahun melalui program Upland, berhasil meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Garut, ” katanya.

Hermanto menambahkan , saat ini pemerintah daerah memastikan siap melanjutkan kegiatan ini secara mandiri untuk memberikan manfaat secara ekonomi bagi para petani dan meningkatkan kesejahteraan petani di dataran tinggi Kabupaten Garut.

Di kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kopi kualitas premium dari ketinggian 500 – 1100 mdpl berhasil menembus pasar ekspor pertama kalinya. Sebanyak 17 ton kopi robusta dan arabica asal daerah tersebut telah dikirim ke Dubai, UAE.

Menurut Bupati Magelang, Grengseng Pamuji. Kabupaten Magelang sebelumnya lebih fokus ke pasar lokal. “Melalui kerjasama dengan INFAD dan ISDB di proyek UPLAND, kami melakukan percepatan pemasaran ekspor, Ini adalah pecah telur yang kami harap dapat berlanjut dan memberikan harga yang layak buat petani” ujarnya. (Ina)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU