SHNet, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) memastikan tidak ada pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri di tengah beredarnya isu surat presiden (Surpres) pergantian pimpinan Polri. Hal ini dikatakan oleh Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso.
Menurut Sugeng Teguh Santoso, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, isu tersebut tidak benar adanya.
“Informasi yang didapat IPW, tidak ada pergantian Kapolri,” kata Sugeng, Kamis (6/8/2026) di Jakarta.
Dijelaskan Sugeng, isu pergantian Kapolri muncul dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit selama memimpin Korps Bhayangkara.
Menurutnya, Listyo Sigit berhasil membangun soliditas internal Polri sekaligus memperkuat hubungan dengan berbagai institusi.
“Ada pihak yang terganggu dengan konsolidasi yang kuat dari Pak Kapolri yang menjadikan Polri bukan hanya solid untuk institusi tetapi juga mampu menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain,” ujarnya.
Ia mencontohkan hubungan Polri dengan Kejaksaan Agung dan TNI yang tetap dapat dijaga meski sempat terjadi dinamika.
“Terbukti walau ada ketegangan dengan Kejagung dan oknum-oknum TNI, Kapolri mampu mengatasi keadaan yang panas tersebut dengan melakukan komunikasi bersama Kejagung dan Panglima TNI,” ujarnya.
Meski demikian, Sugeng tidak merinci siapa pihak yang dimaksud. Ia hanya menyebut dugaannya mengarah kepada kelompok yang berkaitan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
“Yang terganggu itu diduga kawanan yang berhubungan dengan tersangka FA,” tuturnya.
Diketahui, kasus yang menjerat Febrie Adriansyah bermula dari penyelidikan tim gabungan Kortas Tipidkor Polri
Dalam beberapa hari terakhir, isu pergantian Kapolri ramai diperbincangkan, terutama di media sosial.
Bahkan beredar kabar Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Namun, kabar tersebut telah dibantah Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (mayhan)

