İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaKlarifikasi Fadli Zon Tak Otomatis Selesaikan Masalah

Klarifikasi Fadli Zon Tak Otomatis Selesaikan Masalah

Jakarta-Klarifikasi politisi Fadli Zon terhadap dugaan bantuan biaya kepada terduga terorisme tidak otomatis menyelesaikan masalah.

Demikian pandangan Daniel Tonapa Masiku dari  Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara) melalui keterangan pers Sabtu (19/3/2022).

Menurut Daniel, media sosial kembali menyoal nama Fadli Zon, sebagai telah membantu pendanaan untuk kegiatan yang berhubungan dengan terorisme melalui Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), sebuah organisasi yang terafiliasi dengan kelompk teroris Jamaah Islamiyah (JI), karena Angga Dimas Pershada yang pernah menerima bantuan uang 20.000 USD dari Fadli Zon telah ditangkap Densus 88 pada beberapa waktu yang lalu.

Dia mengatakan, pada Desember 2021 yang lalu Densus 88 menyatakan tangkapan berikutnya akan menggegerkan publik, lalu ada  pengamat yang menduga duga bahwa dia adalah pejabat publik karena sering tampil di televisi bahkan menjadi media darling. Jika dihubungkan dengan fakta-fakta yang berkembang saat ini, bisa saja sosok itu ada pada Fadli Zon.

Daniel menjelaskan, kalau dihubungkan dengan HASI, yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2011, namun HASI ini secara aktif melakukan perekrutan dan pembiayaan pelatihan militer Pejuang Teroris Asing atau Foreign Terrorist Fighter (FTF) JI ke Suriah dan sejak tahun 2015, dan telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang melalui Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara terorisme.

Dugaan keterkaitan Fadli Zon dengan organisasi terlarang dan terafiliasi dengan teroris, katanya, mengemuka setelah beberapa pegiat media social ramai-ramai mengunggah foto yang memperlihatkan Fadli Zon bersama seseorang yang diduga aktifis HASI sambil memegang tulisan simbolis berupa sumbangan kepada organisasi yang diduga terafiliasi dengan kelompok teroris JI.

Setelah ramai di media social, Fadli Zon kemudian melakukan klarifikasi melalui beberapa media. Kendati telah diklarifikasi oleh Fadli Zon, namun hal tersebut tidak secara otomatis menyelesaikan persoalan, karena itu Densus 88 perlu melakukan tindak lanjut dengan melakukan penyelidikan terhadap Fadli Zon dkk.

Urgensi pendalaman oleh Densus 88 tentang kaitannya dengan Fadli Zon, katanya, sangat penting mengingat terdapat sejumlah fakta yang bisa menguatkan tuduhan kedekatan Fadli Zon dengan kelompok organisasi terlarang yang terafiliasi dengan jaringan teroris. Fakta tersebut antara lain pembelaan membabi buta Fadli Zon terhadap penangkapan beberapa terduga teroris, bahkan Fadli Zon secara vokal dan konsisten menyuarakan pembubaran Densus 88.

Menurutnya, isu soal terorisme dan figur Fadli Zon memang cukup menarik mengingat sikap Fadli Zon atas masalah terorisme memang acap kali kontoversial dan yang paling menonjol adalah tuntutan Fadli Zon untuk membubarkan Densus 88 ketika Densus 88 menangkap beberapa terduga teroris yang secara kebetulan beberapa di antaranya merupakan pengurus Lembaga atau Ormas berpengaruh.

Mahkamah Kehormatan Dewan

Daniel mengatakan, terdapat benang merah antara rangkaian sikap politik Fadli Zon yang acap kali menyerang bahkan meminta pembubaran Densus 88 dan secara membabi buta melakukan pembelaan terhadap beberapa terduga teroris dan dihubungkan dengan isu pendanaan kepada organisasi yang terafiliasi dengan kelompok teroris, maka sangat penting Densus 88 mendalami melalui suatu penyidikan untuk mengungkap kebenaran isu tersebut.

Selain pendalaman oleh Densus 88, katanya, Mahkamah Kehormatan Dewan juga perlu memeriksa dugaan pelanggaran etik terkait dugaan adanya sumbangan atau keterkaitan Fadli Zon dengan sumbangan kepada organisasi Hilal Ahmar Society Indonesia yang diduga terafiliasi dengan kelompk teroris Jamaah Islamiyah.

“Hal ini penting tidak saja untuk membersihkan nama baik Fadli Zon secara pribadi bilamana dia bisa membuktikan bahwa tuduhan yang bersangkutan telah menyumbang organisasi yang terafiliasi dengan kelompok teroris, tetapi juga penting untuk menjaga citra dan nama baik  institusi DPR mengingat Fadli Zon adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra,” ujar Daniel yang juga advokat Peradi.

Menurutnya, saat ini muncul persepsi masyarakat bahwa institusi DPR menjadi sarang pendukung atau pembela kelompok teroris, berkomentar bahwa tidak heran jika ada nama besar yang diangkut ke depan, sebab menurutnya jaringan JI banyak terdapat nama besar seperti Akademisi, Politisi yang sering muncul di telivisi menjadi media darling, mereka main di dua kaki.(dd)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU