JAKARTA, SHNet – Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pegawai pemerintah baik pusat maupun daerah. PNS mempunyai tugas yang bermacam-macam mulai dari perencanan keuangan dan kegiatan, pelaksanaan acara atau kegiatan, melaksanakanĀ tugas dalam rangka pengumpulan data atau melaksanakan diseminasi atau sosialisasi, pembuatan laporan, dan sebagainya.
Di Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014, ASN adalah Aparatur Sipil Negara.Ā Aparatur Sipil Negara dibedakan menjadi dua, yaitu PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Maka dapat disimpulkan, ASN bukan berarti PNS, sedangkan PNS sudah pasti ASN. Untuk terkait dinas seorang PNS dalam melaksanakan tugas itu adalah sebuah kewajiban untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam hal ini Pusat Riset Kependudukan BRIN memberikan tugas kepada kami untuk melaksanakan pendampingan dan membantu Tim Peneliti dalam pengumpulan data serta melakukan diseminasi informasi hasil penelitian ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.
Tugas dilaksanakan selama empat hari sudah termasuk perjalanan pulang-pergi Jakarta-Sanggau. Tim berangkat dari Jakarta menuju Pontianak Kalimantan Barat pada hari Kamis pukul 09.20 WIB dan sampai pukul 11.00 WITA. Sebelum berangkat masing-masing anggota tim melakukan tes PCR guna memenuhi persyaratan keberangkatan di masa pandemi covid 19 saat ini.
Pesawat mendarat tepat waktu tanpa ada perubahan jadwal penerbangan, dan setelah pesawat mendarat tim ada yang mengambil barang-barang bawaan dan ada juga yang berkoordinasi dengan supir yang akan menjemput dan mengantar ke Kabupaten Sanggau.
Berdasarkan informasi dari para supir yang mengantar tim bahwa perjalanan Pontianak-Sanggau memakan waktu ± 6 jam (atau ± hampir 200 kilometer).
Setelah barang-barang bawaan sudah diterima dan langsung menuju ke tempat penjemputan para supir, untuk menaruh barang-barang dan selanjutnya tim langsung berangkat menuju ke Sanggau.
Perjalanan dari bandara Supadio Pontianak pada pukul 12.00 WITA, dan dalam perjalanan melewati beberapa daerah diantaranya Pengharapan, Ambawang, Rimbi, Batang Tarang, Sosok, dan Sanggau.
Perjalanan tersebut disuguhi oleh pemandangan alam yang cukup mempesona, dan sepanjang perjalanan kami juga melihat rumah-rumah penduduk yang memiliki tower penampungan air hujan.
Menurut informasi supir yang membawa kami bahwa daerah-daerah tersebut merupakan daerah gambut, jadi air tanahnya oleh penduduk tidak dapat langsung dipakai untuk keperluan sehari-hari.
Penduduk di daerah-daerah tersebut yang dilalui oleh tim kami, untuk mendapatkan air dengan membeli dan juga menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari. Masyarakat yang diperlukan adalah perhatian baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atau Pemerintah Kabupaten di sekitar daerah tersebut untuk memperbaiki kehidupan masyarakat disekitarnya.
Dalam perjalanan ini kami berpikir bagaimana agar masyarakat tersebut mendapatkan kebutuhan air bersih untuk sehari-harinya.
Di era zaman sekarang tidaklah mungkin jika tidak ada teknologi untuk mengatasi hal tersebut, mulai dari teknologi sederhana sampai teknologi yang canggih/modern. Masyarakat mungkin memahami atas keterbatasan dari anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atau Pemerintah Kabupaten. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau sekarang dikenal dengan nama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki teknologi pengolahan air gambut.
Teknologi tersebut dengan nama Instalasi Pengolahan Air Gambut (IPAG), dimana peneliti ahlinya bernama Ignasius Sutapa dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI atau Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air-BRIN.
Menurut Ignasius bahwa sumber daya air permukaan di beberapa wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Papua dan Kalimantan merupakan air gambut yang bersifat asam dengan pH 3-4 dan berwarna khas coklat kemerahan dan tidak layak minum.
Sifat air gambut yang asam berdampak buruk bagi kesehatan seperti gigi keropos dan sakit perut. Kandungan besi dan mangan yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan kematian jikaĀ dikonsumsi terus menerus.
Ignasius menyampaikan pengolahan air gambut diantaranya untuk netralisasi pH, menghilangkan warna dan memisahkan partikel. Dan tujuan-nya adalah mengimplementasikan teknologi pengolahan air bersih yang dapat digunakan pada daerah gambut di wilayah-wilayah dengan air permukaan bersifat gambut. Air produksi teknologi ini telah memenuhi standar baku mutu air minum berdasarkan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia (PERMENKES Nomor 492 Tahun 2010).
Masyarakat berharap mendapat bantuan dan perhatian, dari sisi pemerintah daerah sendiri sebagai bentuk memperluas pelayanan air minum kepada masyarakat, khususnya di daerah pedalaman. Dan pemakaian IPAG ini bisaĀ menjadi acuan dan percontohan nantinya dalam pengadaan air bersih di daerah lainnya terutamaĀ daerah yang memiliki air di permukaan gambut.
Tanpa disadari perjalanan kami sudah memasuki kota Sanggau pada sore hari atau menjelang magrib, dan tim kami melakukan bersih-bersih di tempat penginapan. Dan malamnya kami melakukan persiapan untuk kegiatan besok yaitu untuk melaksanakan diseminasi informasi dan juga pengumpulan data terkait dampak Covid-19 di daerahĀ Kalimantan Barat.
Esok hari-nya tim kami melakukan kegiatan diseminasi informasi kepada masyarakat dan pejabat di lingkungan Kabupaten Sanggau selama satu hari penuh. Dan lusanya kami melakukan perjalanan kembali dari Sanggau menuju ke Kota Pontianak.
Pagi hari kami melakukan perjalanan menuju Pontianak, dan dalam perjalanan kami juga terus mengamati alam, potensi dan perkembangan daerah disekitarnya. Dimana kondisi yang sama, yang kami lihat dalam perjalanan berangkatnya.
Tetapi kami juga tetap berpikir pada keadaan kondisi masyarakat yang tinggal di daerah gambut tersebut. Dan tak terasa waktu perjalanan kami sudah tiba di kota Pontianak. Tim kami melanjutkan ke klinik tempat untuk melakukan tes swab antigen sebagai syarat mengikuti penerbangan ke Jakarta.
Kami berangkat ke Jakarta pada hari minggu pagi, dan rencananya kami tiba di Jakarta siang hari. Itulah kisah perjalan kami di Kalimantan Barat. Semoga pengalaman kami dapat bermanfaat untuk semuanya.
Jakarta, 20 Maret 2022
Suhendra Mulia, M.Si, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

