SHNet, Jakarta- Editor Senior dari Springer Singapore, salah satu penerbit buku dan jurnal akademik terbesar di dunia dan pionir penerbitan buku digital, yakni Alex Westcott Campbell, memaparkan bahwa ada tren peningkatan penerbitan book chapter dan artikel jurnal dari Indonesia sebesar 22 persen sejak 2009 hingga 2018.
Alex Westcott Campbell mengungkapkan hal itu dalam lokakarya sehari yang diselenggarakan bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) dan Pembinaan Bahasa di Aula Sasadu Gedung M. Tabrani, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, bertema “Memutus Kelangkaan Buku Literasi Digital” diBadan Bahasa, Jakarta, Rabu (5/07/2023).
Lokakarya “Memutus Kelangkaan Buku Literasi Digital” dibuka oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si ini menampilkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya yaitu Bambang Trimansyah, seorang penulis dan editor, juru latih, dan konsultan penerbitan, Dr. Maryanto, M.Hum dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Alex Westcott Campbell, Senior Editor of Humanities and Social Science (Southeast and East Asia), Springer Nature, dan Manajer Penerbitan dan Produksi, Penerbit Salemba Empat, Novietha Indra Sallama. Dua moderator memandu lokakarya yang dibagi dalam dua sesi yaitu pertama Dr. Tatik Yuniarti, M.I.Kom dari Universitas Islam 45 Bekasi dan Latifa Ramonita, M.I.Kom dari Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relation.
Lebih lanjut Alex Westcott Campbell mengungkapkan bahwa perkembangan ini tentu menjadi peluang besar bagi para peserta Lokakarya Penulisan Buku untuk menerbitkan karya ilmiah mereka secara internasional, terutama pada isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi prioritas utama dari penerbit Springer Nature. Menariknya, isu prioritas ini sangat relevan dengan permasalahan kelangkaan buku literasi digital (capaian SDG4) yang diangkat menjadi tema utama di dalam lokakarya ini.
Untuk itu, penerbitan buku ajar dan buku referensi literasi digital di Springer bisa melalui beberapa bentuk, seperti Monograph, SpringerBriefs (seperti Book Chapters dan Book Series), Major Reference Works (seperti ensiklopedia). Buku-buku yang sudah diterbitkan Springer akan dipublikasikan secara Open Access dan berkesempatan diajukan ke Scopus untuk memeroleh indeks bereputasi internasional.
Tentunya proses penerbitan perlu dilakukan secara baik mengikuti ketentuan Springer, sebagaimana yang dijelaskankan oleh Campbell mengenai 10 tahapan penerbitan dan hal-hal yang diperbolehkan/dilarang oleh Springer Nature (DOs and DON’TS).

Ajakan Menulis Buku Ajar
Sementara Manajer Penerbitan dan Produksi, Penerbit Salemba Empat, Novietha Indra Sallama menjelaskan secara rinci baik bidang penerbitan di Group Penerbit Salemba Empat maupun proses penerbitan, baik buku cetak maupun jenis buku digital atau E-book.
Dia mengajak para dosen, khususnya anggota ASPIKOM ini untuk mulai merancang dan menulis buku, baik secara oribadi, berdua ataupun bertiga. “Kami dari Penerbit Salemba Empat akan menyambut baik dan bekerjasama untuk merealisasikan gagasan penulisan buku ajar, utamanya dalam bentuk E-book,”katanya.
Pada kesempatan ini, Novietha Indra Sallama memberikan sejumlah saran bagi penulis untuk menerbitkan karyanya antar akain tulisan harus dibuat sendiri oleh penulis, menghindari plagiarisme.(sur)

