SHNet, Jakarta-Politisi senior Ferry Mursyidan Baldan yang meninggal Jumat (2/11/2022) siang,dimakamkan mala mini di TPU Karet Bivak,Jakarta, ba’da isya. Jenazah telah dimandikan sore di rumah duka, Jalan Anggrek Cendrwasih IX, K-24, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Meninggalnya politisi yang pernah dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional itu mengejutkan banyak kalangan, terutama kolega, termasuk Presiden Jokowi dan sejumlah menteri yang melayat ke rumah duka.
Almarhum Ferry Mursyidan Baldan meninggal mendadak. Jenazah ditemukan siang ini sekitar pukul 13.43 WIB. Saat itu mobilnya terparkir pada parkiran VIP Lobby Birawa Hotel Bidakara.Ferry Mursyidan Baldan yang masih duduk di kursi pengemudi mobil Nissan Teana berwarna hitam dengan nomor polisi B 1616 FH ditemukan sudah tidak bernyawa.
Pantauan SHNet, pelayat mulai berdatangan ke rumah duka sejak siang ketika jenazah tiba di rumah. Insan pers pun berdatangan.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar yang tiba di rumah duka Jumat sore menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ferry Mursyidan Baldan dan menceritakan kenangannnya bersama almarhum ketika semasa hidup
Dahnil yang kini Juru Bicara Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo mengungkapkan kenangannya ketika dirinya sama-sama menjadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
“Saya punya pengalaman dengan bang Ferry. Bang Ferry ini selalu ringan menanggapi isu. Dulu ketika bareng, saya koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, beliau salah satu tim, beliau kemudian dimasukkan sebagai salah satau tokoh pendukung Prabowo sandi,” katanya.

Ferry Mursyidan Baldan lahir pada tanggal 16 Juni 1961, anak kedua dari empat bersaudara, putera pasangan Baldan Nyak Oepin Arif asal Susoh, Aceh Barat Daya dan Syarifah Fatimah (alm) asal Kluet Selatan, Aceh Selatan. Ia lahir dari keluarga yang beretnis Aceh-Aneuk Jamee dan Kluet. Kedua orang tuanya yang berasal dari Aceh namun lama bermukim di Bandung Jawa Barat, karena bekerja sebagai karyawan Telkom di Kantor Pusat Telkom di Bandung. Ia memiliki tiga saudara, masing-masing Syafril Ardan Baldan, Zulkautsar Baldan, Mahdan Ridjal Baldan.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional pada periode 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016, Ferry meniti karir sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009 dan memegang posisi penting sebagai Ketua Pansus RUU Pemilu dan kemudian menjadi Ketua RUU Pemerintahan Aceh. (sur)

