21 January 2026
HomeBeritaEkonomiMeet The Makers 18: Rayakan Ketangguhan Wastra dan Kriya Nusantara

Meet The Makers 18: Rayakan Ketangguhan Wastra dan Kriya Nusantara

SHNet  – Meet The Makers (MTM) Indonesia kembali menghadirkan rangkaian program budaya dan edukasi untuk merayakan kekayaan wastra dan kriya Nusantara. Kolektif yang beranggotakan seniman, perajin, desainer, dan advokat kriya ini terus berkomitmen memperkuat posisi kriya sebagai seni bernilai tinggi sekaligus mendukung keberlanjutan para penjaga budaya di berbagai daerah.

Selama 18 penyelenggaraan, MTM menjadi wadah penting bagi para artisan untuk memamerkan karya, berbagi pengetahuan, dan menjaga keberlanjutan tradisi. Meski pandemi COVID-19 dan tekanan ekonomi masih dirasakan oleh banyak perajin, MTM konsisten menghadirkan inovasi guna menjaga ketahanan komunitas dan kesinambungan praktik budaya.

Pada gelaran ke-18 ini, Meet The Makers 2025 menggandeng Lions Club Jakarta Selatan Tulip sebagai mitra pendukung. Sebanyak 11 artisan terbaik dari berbagai wilayah turut tampil, antara lain: Baragung, Lameneran, Wiru, Omah Batik Sekar Turi, Cawalunda, Lawe, Borneo Chic, Mupakara, Bife, Marenggo, dan KAIT.

Pameran diselenggarakan di Mitra Hadiprana, Kemang, Jakarta, pada 29 November–4 Desember 2025. Selain pameran, para artisan juga akan mengikuti serangkaian kegiatan edukatif, demonstrasi teknik kriya, artist talk, serta interaksi dengan audiens internasional di Jakarta dan Singapura.

Caroline Rika Winata, seniman tekstil sekaligus Founder Wiru, menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini berangkat dari kecintaan terhadap budaya Indonesia. Ia mencontohkan masyarakat di daerah seperti Nusa Tenggara Timur yang tetap menanam kapas dan menenun benang secara tradisional meski menghadapi kondisi alam yang menantang.
“Semua dilakukan dengan cinta agar tradisi tidak hilang dan selalu hidup,” ujarnya.

Tahun ini, MTM mengusung tema “Roots and Routes”, yang merepresentasikan dua arah utama gerakan: merawat akar budaya Nusantara (roots) dan membuka rute kolaborasi serta pertukaran kreatif baru (routes). Tema tersebut juga menyoroti peran penting perempuan perajin dan komunitas kreatif dalam membawa warisan kriya lokal ke panggung global.

Para peserta Meet The Makers ke-18 merupakan para seniman dan artisan tradisi maupun kontemporer yang memiliki kepedulian sama: menjaga, mengembangkan, dan memastikan budaya daerah tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.
Meet The Makers diharapkan dapat semakin memperluas apresiasi publik terhadap warisan budaya Indonesia serta menginspirasi lebih banyak perajin muda untuk meneruskan estafet kreativitas dan tradisi Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Presiden Lions Club Jakarta Selatan Tulip, Lolita Djong, menyampaikan bahwa pihaknya secara khusus memberikan kontribusi nyata berupa penyediaan perlengkapan fasilitas Rumah Singgah YKAI, guna mendukung kenyamanan dan kebutuhan keluarga pasien selama masa pengobatan. Selain itu, Lions Club Jakarta Selatan Tulip juga ikut berpartisipasi dalam dukungan dana untuk Pembangunan Rumah Singgah Lions yang dikerjakan Bersama klub Lions lainnya sebagai bagian dari program pelayanan berkelanjutan.

“Rumah Singgah bukan sekedar bangunan, tetapi rumah harapan, tempat keluarga mendapatkan kekuatan, cinta dan dukungan moral dalam masa terberat hidup mereka.When we serve, we bring hop?” ujar Presiden Lions Club Jakarta Selatan Tulip dalam sambutannya.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU