22 May 2022
HomeBeritaMenghadapi Filipina: Awas, Jangan Sampai Tergelincir

Menghadapi Filipina: Awas, Jangan Sampai Tergelincir

Jakarta-Hari Jumat petang (13/5) di Stadion Viet Tri , Phu Tho, Hanoi , menjadi hari penentuan bagi nasib Tim Nasional Indonesia yang ditukangi Pelatih Kaliber Dunia, Shin Tae Yong yang akrab dipanggil STY.

Betapa tidak, Ricky Kambuaya dkk dalam melakoni laga ketiga menghadapi Filipna pada SEA Games , di  Hanoi, Vietnam, harus dan wajib memetik kemenangan jika ingin melangkah ke semi final.

Mengingat posisi timas Indonesia dalam dua pertandingan yang sudah dilakukan di grup A, berada diurutan keempat dari lima tim yang bertarung di grup ini dan masih mengantongi nilai 3.

Tentu harapan masyarakat Indonesia dalam melawan Filipina, Egy Maulana dkk, memetik nilai penuh, supaya bisa menyambung asa untuk pertarungan selanjutnya. Awas, Jangan sampai tergelincir kalah ataupun seri dalam laga ini.

Jika sampai kejadian situasi ini dan tentu kita tidak berharap bakal terjadi, maka harapan atau asa untuk melangkah ke semi final apalagi memenuhi target medali emas, bakal terkubur.

Pasalnya pada partai yang dipentaskan malam harinya di Stadion yang sama, tuan rumah Vietnam yang juga juara bertahan SEA Games Filipina 2019 ditantang Myanmar.

Dan bukan tidak mungkin kedua tim akan bermain mata jika mengetahui hasil partai Filipina versus Indonesia berakhir seri, apalagi timnas Indonesia mengalami kekalahan misalnya. Seandainya Filipina meraih kemenangan, maka pada laga terakhirnya penyisihan grup A itu, Filipina memiliki nilai 7. Nasibnya masih menunggu hasil pertandingan terakhir babak penyisihan grup, pada 15 Mey, antara Indonesia vs Myanmar dan Timor Leste vs Vietnam.

Seperti diketahui, dalam klasemen, Myanmar memimpin di grup A dengan nilai 6 dari dua laga yang sudah dilakoni, sementara tuan rumah Vietnam berada diposisi kedua nilai 4 dari dua partai yang sudah dipentaskan. Filipina di tempat ketiga dari tiga partai yang sudah dilakukan dengan nilai 4.

Nah, dengan komposisi seperti ini, bagi Timnas Indonesia tidak ada pilihan lain, kecuali memenangkan  dua pertandingan melawan Filipina dan terakhir Myanmar di penyisihan grup A. Sehingga bisa melaju ke babak semi final bahkan final .

Kemenangan 4-1 atas Timor Leste, 10 Mei yang lalu menjadi sebuah langkah yang cukup bagus untuk penambah motivasi dan semangat bagi Egy, Witan, Ricky Kambuaya dkk, meskipun mereka tampil belum seperti yang diharapkan. Minimal modal untuk bertarung sudah dimiliki.

Tim Filipina yang dihadapi Jumat petang ini berbeda karakter dengan tim Timor Leste. Dari statistik penampilan menunjukan peningkatan, mulai dari menang telak atas Timor Leste,, menahan imbang tim tangguh tuan rumah Vietnam, namun dipartai ketiga ditaklukan Myanmar.

Bagi timnas Indonesia secara kualitas individu pemain mungkin sedikit diatas dari materi pemain pemain Filipina. Begitu juga masalah kematangan  dari masing masing pemain sudah mumpuni. Seperti Egy dan Witan yg berlaga dikompetisi benua Eropah. Bek sayap Asnawi Mangkualam yang merumput di Korea. Tak kalah  pula dengan pemain pemain yang ikut kompetisi dalam negeri, Ricky Kambuaya, Rizky Ridho, Marc Klok,dll.

Hanya persoalannya Egy Maulana dkk bagaiman menampilkan permainan secara tim dengan baik. Dalam dua pertandingan awal menghadapi Vietnam dan Timor Leste permainan secara tim belum nampak. Dan sepertinya pelatih STY belum puas menyaksikan anak asuhnya berlaga di dua partai itu.

Kordinasi semua lini dan antar sektor belum padu betul, sehingga dengan mudah dimanfaatkan pemain lawan dalam menggedor pertahanan squad Timnas.

Ricky Kambuaya, dan Mark Klok di lini tengah dibantu bek sayap Asnawi Mangkualam harus bekerja keras mengalirkan bola ke depaan yang ditempati Witan dan Egy. Begitu pula saat dapat serangan harus dengan cepat menutup lubang pertahanan sebagai pelapis pertama.

Menghadapi pertandingan yang sangat menentukan ini sangat disayangkan squad Timnas Indonesia kehilangan pemain potensi yang rajin membantu menyerang dan tangguh dalam bertahan, Saddil Ramdani harus kembali ke Malaysia memperkuat klubnya Sabah untuk  berkompetisi di Negara Jiran.

Dan pemain jangkung di jantung pertahananan pasukan STY, Elkan Baggott, yang merumput di liga Inggris asal klub Ipswich Town belum bisa bergabung di Hanoi.

Terlepas absennya dua pemain pilar di lini belakang ini, tentu Pelatih STY bersama pasukannya sudah mengevaluasi kelemahan dan kelebihan timnya, dan sang Arsitek sudah memiliki taktik dan strategi  yang jitu untuk menaklukan Filipina, pasca menyaksikan tim itu berlaga dalam partai partai sebelumnya. Kemampuan tim Filipina plus minusnya dipastikan sudah dikantongi STY.

Tinggal bagaimana para pemain menjalankan atau menerapkan strategi yang diinginkan Sang Pelatih dengan penuh disiplin. Dan yang terpenting lagi, para pemain harus bermain lepas tanpa beban mental sehingga permainan tim yang diingini pelatih bisa terkordinasi dengan baik dan akhirnya memetik hasil maksimal. Mental bertarung dan semangat pantang menyerah sudah harus disajikan pada pertandingan Jumat petang ini.. Semoga.   (Eddy Lahengko)

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU