SHNet, Jakarta-Lutfi Rauf didampingi Atase Perdagangan, Koordinator Fungsi Ekonomi dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Kairo melakukan kunjungan bisnis ke Ashrafco dibawah pimpinan Dr. Khaled Hammad, CEO Ashrafco Tire & Auto Service dan Ashraf Hammad, Vice President Ashrafco di Showroom Ashrafco, Sphinx Square, Giza, Minggu (27/08/2023).
Dalam pertemuan, Dr Khaled Hammad menyampaikan pihaknya telah mengimpor produk Pelek Indonesia sejak tahun 1995 dari Bangun Sarana Alloy (BSA) dan Prima Alloy Stell Universal (PASU) dan untuk ban kendaraan memulai impor dari Indonesia sejak 2005, diantaranya merek Accelera dari Elang Perdana Tyre.
Khaled menambahkan, meski terdapat permasalahan kelangkaan dolar di pasar Mesir, hingga saat ini pihaknya tetap dapat lancar melakukan repeat order produk ban dan pelek kendaraan dari Indonesia melalui dukungan perusahaan mitranya yang berdomisili di Dubai sebagai supporting system dalam pembayaran barang impor.
Mengenai sistem pembayaran, Dubes RI, Lutfi Rauf menyarankan agar jika memungkinkan dicari alternatif cara yang memudahkan untuk pembayaran misalnya melalui kerja sama dengan Western Union Egypt atau lembaga keuangan lainnya.
Selain itu Dubes Lutfi Rauf membahas terkait tindak lanjut Joint Trade Comittee (JTC) Komite Bersama Perdagangan Indonesia-Mesir yang diharapkan sesegera mungkin melakukan sidang putaran pertama dan akan membahas penjajakan kerjasama Free Trade Agreement Indonesia-Mesir, skema transaksi dagang imbal dagang dan upaya bersama untuk saling melengkapi dan bukan untuk saling bersaing.
Khaled Hammad, Wakil Direktur Ashrafco, menambahkan, pelek dan suku cadang kendaraan Indonesia termasuk produk yang diminati oleh pasar Mesir. Produk pelek dan ban asal Indonesia terus merambah pasar Mesir, dan pada September nanti akan dibuka showroom ke sepuluh di New Cairo dengan layanan penjualan secara online dan layanan istimewa door to door.
Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti menambahkan, kerangka kerjasama dagang Indonesia-Mesir ini diharapkan mencapai kesepakatan pada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Free Trade Agreement antara Indonesia-Mesir sehingga kendala tarif seperti tarif ban kendaraan yang mencapai 20 persen ditambah 14 persen PPN/VAT dapat ditiadakan dan menjadikan Mesir sebagai hub-logistik produk-produk Indonesia di Mesir dan negara sekitar. Produk ban Indonesia di Mesir menguasai pasar ban di Mesir antara 2.52 s.d 2.60 persen pada (2022 -2023) dengan negara pesaing diantaranya RRT, Thailand, Turki, Vietnam, India, Jepang dan Korea Selatan.
Pihak Ashrafco juga berencana untuk mengembangkan bisnisnya dengan membuka pabrik pengolahan alumunium di Mesir, yang produknya ditujukan untuk ekspor ke negara-negara sahabat. Dalam hal ini, KBRI akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Indonesia untuk menjajaki kemungkinan adanya kerja sama investasi dengan skema joint venture dalam pembangunan pabrik pengolahan alumunium tersebut. (sur)

