22 May 2022
HomeBeritaHukumOrganisasi Shiddiqiyyah Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Pimpinan Pesantren

Organisasi Shiddiqiyyah Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Pimpinan Pesantren

SHNet, Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah membantah tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pimpinan Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah kepada mantan santrinya.

Organisasi Shiddiqiyyah dengan tegas menyatakan, tuduhan tersebut fitnah dan direkayasa. “Tuduhan tersebut adalah fitnah dan direkayasa untuk mengkriminalisasi Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah,” ujar Ketua Pelestarian Organisasi Shiddiqiyyah Edi Setiawan, kemarin.

Tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh santri Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah (Mochammad Subchi Azal Tsani) kepada mantan santrinya yang saat ini sedang dalam proses Pra-Peradilan

Dalam keterangan resminya, Organisasi Shiddiqiyyah membeberkan fakta dan kronologi peristiwa tersebut.

Kasus ini berawal dari pihak keluarga dari Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi yang ingin menggantikan kedudukan Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi sebagai Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Pimpinan Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah

Dibalik itu, ada pula keinginan untuk menguasai lahan Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah baik di Pusat pesantren Losari Ploso Jombang maupun tanah Pesantren di Puri Semanding Jombang.

EY, LL, BLL, ZZ, QM dan TN yang didukung oleh mantan murid Shiddiqiyyah yang disebut gerombolan fitnah telah lama berencana menghancurkan Shiddiqiyyah dengan menyasar
Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi, Nyai Shofwatul Ummah dan Gus Mochammad Subchi Azal Tsani serta keluarganya.

Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi difitnah tidak paham murid-muridnya, pelupa, bisa dipaksa, bisa dimanipulasi, bisa dipengaruhi, dan lain-lain sampai puncaknya adalah mereka mengupayakan supaya Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi masuk ke ranah hukum. Pimpinan Pesantren ini juga sempat kritis selama beberapa minggu akibat terjatuh di rumah EY dan mengalami patah tulang pada kakinya.

Fitnah juga dilakukan untuk menghancurkan Nyai Shofwatul Ummah. Ia difitnah serakah, menguasai lahan pesantren, perusahaan yang ada di pesantren dan lain-lain

Tindakan gerombolan fitnah tak berhenti di situ. Gus Mochammad Subchi Azal Tsani juga difitnah.

Pada 2017, mereka menyiapkan wanita-wanita untuk mengaku sebagai korban pelecehan seksual oleh Gus Mochammad Subchi Azal Tsani.

“Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi dan Pengurus Organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah kemudian melakukan klarifikasi ditambah dengan adanya pengakuan MNK bahwa mereka disuruh EY, ZZ dan TN untuk membuat fitnah itu. Pada tahun 2019 isu fitnah tersebut dilaporkan ke POLRES Jombang hingga muncul status tersangka tanpa adanya pemeriksaan terlebih dahulu, kemudian diviralkan di media massa dan media sosial hingga menjadi berita nasional,” ujarnya.

Tahun 2019, Polres Jombang melimpahkan berkasnya ke Polda Jawa Timur. Pihak POLDA Jawa Timur mengetahui bahwa ini adalah rekayasa kasus fitnah yang disebabkan adanya konflik internal di Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah. Pihak kepolisian tidak mau diadu dengan Pesantren oleh segerombolan orang yang memang mau menghancurkan Shiddiqiyyah.

Tetapi beberapa oknum terus mengajukan berkas “data dan bukti buatan” ke Kejaksaan. Berkas yang diajukan itu sudah ditolak 5 kali oleh Kejaksaan dan kasus ini telah dihentikan.

Gerombolan fitnah yang ingin menghancurkan Shiddiqiyyah masih terus bergerak untuk memaksakan kasus ini agar bisa dinaikkan ke P21. Sebab nasib Gus Mochammad Subchi Azal Tsani selama tahun 2019-2021 tidak jelas posisi dan statusnya, maka dilakukanlah Pra-Peradilan untuk kepastian status kasus rekayasa ini. Gerombolan fitnah yang ingin menghancurkan Shiddiqiyyah kemudian menjalin hubungan dengan LSM-LSM, Institusi Pemerintah, Perlindungan Wanita dan lain-lain untuk terus mengupayakan hancurnya Gus Mochammad Subchi Azal Tsani sebagai bagian besar dari rencana penghancuran Shiddiqiyyah.

Dan dibalik rekayasa kasus dan penghancuran terhadap Gus Mochammad Subchi Azal Tsani, secara diam-diam mereka sudah menguasai 61 Sertifikat Hak Milik tanah di lahan Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah upaya itu dimulai sejak tahun 2000 dengan menggunakan dokumen palsu.

“Bagi kami karena kesuluruhan fakta ini menyangkut kelestarian Ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman-Shiddiqiyyah maka, kami akan berupaya dengan maksimal untuk menyuarakan kebenaran ini dan menuntut keadilan. Apalagi Beliau Sang Guru, Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi menyemangati kami untuk mempertahankan Shiddiqiyyah apapun resikonya,” tutur Edi. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU