I Nyoman Putra Ardhana atau Mantra Ardhana (52 th) adalah alumni Jurusan Seni Murni FSRD ISi Yogyakarta yang dikenal sebagai perupa lintas medium dan berani menyeberangi batas konvensi seni. Baginya, seni tak lagi dibatasi oleh kanvas, cat air atau alat lukis konvensional.
Ia menyatakan dengan tegas misalnya, “Musik saya adalah lukisan.” Sebuah kalimat yang bukan saja metaforis, tapi juga representatif atas pendekatannya dalam berkarya—di mana suara, frekuensi, video mapping, dan kecerdasan buatan/ Akal Imitasi (AI) menyatu dalam proses penciptaan visual.
Sebanyak 40 karya ditampilkan dalam pameran di Biji Art Space, Ubud Bali @bijiartspace
6 Juli sd 7 Agustus 2025ini. Ia menyuguhkan beberapa lukisan cat air pada kertas, lukisan kanvas dengan teknik difusi media, AI, hingga performance art.
Karya performans “Unconscious Theory” ditampilkan pada pembukaan pamerannya. Di sini, Mantra akan tampil selama lebih kurang 30 menit, mengajak audiens meresapi denyut visual yang lahir dari bunyi, citraan yang bersumber dari gelombang frekuensi dan menepikan kesadaran pada dimensi yang lain.

Jelas ini bukan sekadar pameran seni biasa, melainkan pengalaman multisensorik yang mempertanyakan ulang relasi manusia, medium, dan aturan-aturan peradaban yang mengikatnya.
Di ruang ini, “oksigen” adalah metafora kebebasan. Anda bebas menarik dan membuangnya. Sementara Mantra menyedotnya sebagai bagian dari kekaryaan tanpa batas.
Penulis pengantar: Mikke Susanto
Opening 6 Juli 2025 jam 19.00 WITA, dibuka oleh Mantra Performance
Kontak : Mantra +62 819-1727-4953
#mantra #nyomanputra #oxigen #artexhibición #bali

