SHNet, Jakarta- Masalah Pigmentasi sangat berkaitan dengan produksi melamin dalam tubuh.
Apabila produksinya berlebih, dapat menyebabkan hiperpigmentasi (bintik hitam), sedangkan kekurangan dapat menyebabkan hipopigmentasi (bintik putih).
Masalah piqmentasi merupakan salah satu permasalahan kulit yang sulit diatasi.
Masalah Pigmentasi akan menyebabkan kulit terlihat kusam, tidak cerah dan tampak lebih tua.
Perawatan dengan laser dapat menjadi alternatif mengatasi masalah pigmentasi kulit seperti melasma dan bintik hitam.
PT Sometech Indonesia (ST Indonesia), perusahaan penyedia produk-produk kecantikan dan medis terkemuka di Indonesia, Minggu (25/9) meluncurkan Pastelle di Klinik Kartika Estetika RSPAD.

Pastelle Premium Q-Switched Nd:YAG Laser 1064nm&532nm yang menjadi Nd:YAG laser system’ pertama dengan mode PTP (Potoacaustic Twin Pulse) yang telah tersertifikasi di Korea.
Mr Moses Yang, Direktur ST Indonesia mengatakan, Korea memiliki high technologi, salah satunya di bidang estetika.
Jenis kulit orang Korea berbeda dengan orang Indonesia. Menurutnya, orang Korea tidak memiliki.masalah dengan pigmentasi kulit.
“Di Korea yang jadi tren adalah operasi plastik karena mereka suka dengan gaya K-Pop Mereka melakukan treatment laser hanya untuk menjaga kulit tetap glowing dan cerah,” ujarnya
Perwakilan ST Indonesia, Kiki Frans mengatakan, Pastelle sudah diregistrasi di Korea dan bekerjasama di rumah sakit- rumah sakit di Indonesia.
Laser ini ditemukan di Korea dengan mode PTP yang secara konstan mengirimkan twin Pulse berupa output dengan daya tinggi dalam interval yang sangat pendek.
Perawatan dengan mode PTP dapat mengurangi risiko terjadinya hipopigmentasi atau hiperpigmentasi.
Panjang gelombang 632 nm dan 1064 nm. Dilengkapi autocalibration untuk mentreat kasus-kasus yang sulit dalam pigmentasi.
Sementara itu dr Abraham Arimuko, Sp.KK, FINS.DV, FAADV, M.A.R.S, M.H dari Ikatan Kedokteran laser di Indonesia mengatakan, laser ini sangat populer di kalangan dokter estetik karena mampu mengatasi derma dan epiderma. Tidak hanya untuk pigmentasi saja, tetapi untuk kesehatan kulit.
“Klien bisa diperbaiki kulitnya dengan laser ini. Kalau kita mau menembak pigmen, tidak hanya pas gelombangnya saja, tetapi waktunya juga harus pendek,” ujarnya.
Ia menambahkan, indikasi pigmen, tanda lahir, tato, melasma dan sebagainya merupakan problem estetik.
Sebelum melakukan treatment laser, dokter hendaknya melakukan edukasi kepada pasien.
Misalnya, untuk pasien melasna, dokter tidak langsung melakukan tindakan laser, tetapi melakukan pengobatan pertama dengan krim guna menahan pigmennya selama beberapa bulan.
Pasien tetap disarankan menggunakan sunblock. “Kalau dengan krim sudah bisa atasi masalah pigmen, tidak perlu dilaser,” kata dr Abraham. (Stevani Elisabeth)
.

