SHNet, Jakarta – Kelompok Berkah Jamur, Dusun Kasihan II, Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan rintisan kawasan budi daya jamur merang.
Kelompok Jamur Berkah mulai mengembangkan budi daya jamur merang yang hasilnya mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Produksi jamur merang memiliki pangsa pasar yang luas. Namun saat ini, Kelompok Jamur Berkah baru ada 10 kubung. Setiap kubung mampu memproduksi 150 kilogram dalam waktu 25 lima hari. Harga satu kilogram jamur merang di tingkat pembudidaya Rp28 ribu.

Budi daya jamur merang pangsa pasarnya sangat luas. Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Lingkungan Hidup setempat diminta berkolaborasi mengembangkan rintisan budi daya jamur merang di Kasihan II.
Budi daya jamur adalah jawaban dalam memulihkan ekonomi masyarakat pada masa pandemi COVID-19.
Hal ini buktikan oleh Kelompok Berkah Jamur Dusun Kasihan II, Desa Ngentakrejo, yang sudah memiliki 10 kubung atau rumah jamur. Setiap satu kubung mampu mendapat keuntungan bersih Rp2 juta dengan produksi 150 kilogram sampai 180 kilogram dalam satu kali panen.
Ketua Kelompok Berkah Jamur Lendah Sumarjono mengatakan permintaan jamur merang sangat tinggi. Namun kelompoknya belum mampu memproduksi jamur untuk kebutuhan setiap hari. Saat ini, di Kelompok Berkah Jamur baru ada 10 kubung. Idealnya untuk mencukupi kepermintaan pasar setiap harinya, satu kelompok memiliki 30 kubung.
“Kami terkendala modal dalam membuat kubung. Modal yang dibutuhkan membuat satu kubung Rp15 juta. Kami berharap Pemkab Kulon Progo memberikan bantuan kepada kelompok kami,” katanya.
Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Priyo Santoso mengatakan Kelompok Jamur Berkah mulai mengembangkan budi daya jamur merang yang hasilnya mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat.
“Kami Komisi II DPRD Kulon Progo akan mendampingi Kelompok Berkah Jamur supaya mendapatkan bantuan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait supaya semakin berkembang,” kata Priyo .
“Budi daya jamur merang ini pangsa pasarnya sangat luas. Kami minta Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Lingkungan Hidup berkolaborasi mengembangkan rintisan budi daya jamur merang di Kasihan II,” ujar Priyo. (Victor)

