Catatan M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior
SEMBILAN kali jumpa, lima kali menang, satu kali kalah, dan satu draw. Lima belas kali membobol, dan delapan kali kebobolan. Itulah catatan Portugal dengan Kroasia sejak 2013.
Ronaldo sendiri berhasil mencetak 3 dari 15 gol itu. Bagi bintang An-Nasr berusua 41 tahun itu, Piala Dunia 2026 adalah pesta terakhirnya. Lazimnya di pesta terakhir, orang selalu menampilkan segalanya agar bisa dikenang sepanjang masa.
Namun, menurut catatan saya, Piala Dunia sepertinya bukan _event_ untuk sang bintang. Jika di _event_ lainnya sinar Ronaldo amat menyilaukan, tapi di piala dunia, sinarnya nyaris biasa saja.
Dari 6 kali tampil di Piala Dunia, catatan Ronaldo sudah tampil PD 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026, sang maestro baru mencetak 10 gol. Kecuali PD 2018 dan 2926 masing-masing 4 dan 2 gol, PD lainnya masing-masing 1 gol. Padahal sebagai maestro, sejak awal hingga kini sudah 975 gol dia cetak.
Padahal dari 5 pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Ronaldo masih yang terbaik dengan 975 gol. Sementara Lionel Messi (Argentina- 855), Josef Bican (Austria/Ceko- 800), Romario (Brasil- 772), dan Pele (Brasil- 760).
*_Speed and power_*
Di laga antara hidup dan mati itu, Portugal tidak punya pilihan kecuali menggunakan kecepatan dan kekuatan, _speed and power_.
Dua pemain tengah Portugal, Bruno Fernandez dan Rafael Leao yang akan menjadi _dirigen_.
Ronaldo sendiri diharapkan bisa menjadi eksekutor yang terbaik. Sokongan matang dari tengah akan menjadi penentu apakah sang bintang bisa benar-benar bersinar.
Di sektor pertahanan, selain kiper Diego Costa yang tampil sangat baik, kuartet Cancelo, Ruben Diaz, Antonio Silva, dan Nuno Mendez sudah teruji kokoh dengan hanya kebobolan satu gol di fase grup. Meski demikian, bukan berarti mereka akan aman-aman saja.
Kroasia sendiri meski terkesan sering melakukan _delay_, tapi negeri pecahan Yugoslavia itu sering menemukan lubang yang mematikan. Peran Mateo Kovacic gelandang yang lugas bersama bintang ‘tua’ mereka Luks Modric, bisa menyusup ke dalam pertahanan lawan.
Selain itu Andrej Kramaric, Ivan perisic, Martin Baturina, dan Ante Budimir juga sangat berbahaya dalam menyelesaikan persoalan. Ini terbukti mereka bisa mencetak 5 gol dari 3 laga grup L.
Namun persoalan besar justru ada di sektor pertahanan. Kelemahan pemain bertahan sangat mengkhawatirkan, di grup mereka kebobolan 5, 4 gol ketika mereka kalah 2-4 dari Inggris. Dan satu gol lagi ketika mereka dibobol Ghana meski hasilnya Kroasia menang 2-1.
Seperti apa laga sesungguhnya, jangan lewatkan sajian TVRI, Jumat (3/6/2026) pagi mulai pukul o6.oo. Banyak analis yang memgatakan ini adalah tahunnya Portugal, tapi Kroasia bukan tim kaleng-kaleng. Seperti juga Jerman dibungkam Paraguay dan Belanda dikandaskan Maroko, pada keduanya masuk dalam daftar tim yang dijagokan….

