18 April 2026
HomeBeritaPINTU, Dorong Desainer Indonesia Bangun Indentitas Fesyennya

PINTU, Dorong Desainer Indonesia Bangun Indentitas Fesyennya

SHNet, Jakarta- Banyak desainer Indonesia memiliki karya-karya yang luar biasa untuk go internasional. Namun, mereka masih perlu membangun identitas fesyennya agar bisa bertahan lama.

Hal ini yang diutarakan Founder of Lakon Indonesia, Thresia Mareta saat jumpa pers PINTU di JF3 2025, Lapiazza Kelapa Gading Mall, Minggu (27/07/2025).

Menurutnya, banyak sekali praktek di dunia fesyen Indonesia tidak cukup masuk ke dunia market Internasional.

“Kita perlu pandangan internasional yang bisa dibawa ke Indonesia. Untuk bisa maju, intinya itu saja. Kalau kita jadi katak dalam tempurung, bisa maju untuk saat ini saja, tidak bisa untuk masa depan,” ujarnya.

Ia melihat, ada beberapa desainer Indonesia bisa hidup dari profesinya, tetapi tidak sedikit pula yang memiliki pekerjaan sampingan seperti guru les dan Influencer.

“Saya melihat banyak sekali praktek. Ada berapa banyak desainer kita hidup dari profesi yang dia lakukan. Kenyataannya banyak desainer punya kerja sampingan seperti guru les dan Influencer. Apakah dia sudah kuat untuk bangun identitas fesyennya?,” kata Thresia.

Lewat program Pintu inkubator, dia berharap bisa memberikan ilmu buat para partisipan bisa membuat karya yang lebih baik lagi.

Hal senada juga diutarakan Director of Ecole Duperré, Alain Soreil. Menurutnya, sebagai seniman, penting untuk melihat dunia di luar kita supaya kita bisa berekspresi dengan hal tersebut.

“Harapannya, mereka dapat menyebarkan ilmu pengetahuan kepada rekan-rekan mereka satu negara,” ujar Alain.

Ia menambahkan, pihaknya mendorong anak-anak Indonesia untuk bangga dengan Identitasnya.

“Seniman Indonesia harus punya identitasnya, sehingga ketika mereka go internasional, banyak orang bisa mengetahui kalau ini karya seniman Indonesia. Lewat program PINTU, kami membawa teman-teman ke level yang lebih atas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan memiliki identitas sendiri membuat karya seni lebih dominan dan kuat. “Karena seninya dominan, sehingga senimannya tidak perlu berbicara lagi. Fokus saya, kembangkan seni fesyen di Indonesia supaya bisa balap merek-merek ternama lainnya,” tutup Alain. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU