18 July 2024
HomeBeritaPlt Kepala BPOM: Keamanan Pangan Tanggung Jawab Semua Masyarakat

Plt Kepala BPOM: Keamanan Pangan Tanggung Jawab Semua Masyarakat

SHNet, Jakarta-Keamanan pangan menjadi hal yang sangat-sangat penting bagi semua lapisan masyarakat. Bukan hanya pemerintah saja yang mempunyai kewajiban untuk mewujudkan pangan yang aman buat masyarakat, tapi seluruh masyarakat.

“Bukan hanya Badan POM,  Kementerian Kesehatan yang bergerak di bidang kesehatan, tetapi saya rasa seluruh Kementerian/Lembaga kita sama-sama mendukung keamanan pangan,” ujar . Plt. Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalusia saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan peringatan World Food Safety Day di Jakarta, Kamis (7/4).

Kalau dilihat spektrumnya, kata Rizka, keamanan pangan ini juga sangat luas, mulai dari bagaimana menyiapkan makanan yang aman, baik itu makanan siap saji, maupun pangan olahan yang sekarang lebih banyak digemari masyarakat karena lebih mudah mendapatkannya dan lebih enak dinikmatinya, sampai kepada bagaimana  untuk mencegah suatu penyakit yang disebabkan oleh pangan.

“Dengan berkembangnya teknologi-teknologi tentunya tantangan yang kita hadapi dalam meningkatkan kesehatan juga semakin banyak. Anak-anak dari kecil sudah mencoba atau melihat gadget. Segala iklan makanan ada di dalam media sosial yang dapat diakses oleh anak-anak dari mulai balita mereka sudah melihat,” tukasnya.

Begitu juga ibu-ibu, lanjutnya, dengan berbagai iklan makanan bahkan iklan susu formula yang menggantikan ASI begitu gencar sehingga pemerintah berupaya untuk mencegah penggunaan makanan-makanan yang seharusnya tidak dikonsumsi oleh bayi-bayi yang baru lahir atau pengganti ASI ini. “Ini yang saya harapkan bersama-sama, para pelaku usaha juga ikut membantu, bagaimana upaya pemerintah untuk membuat masyarakat Indonesia yang sehat,” ucapnya.

Selain itu, Bisnis Burden di Indonesia ini sekarang sudah bergeser dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. “Dan kita semua tahu bahwa salah satu penyebab meningkatnya penyakit tidak menular adalah pangan yang tidak aman. Mulai dari bahan-bahan tambahan pangan yang tidak aman yang bersifat karsinogenik, yang membahayakan buat kesehatan kita, pemberian bahan tambahan makanan yang tidak sesuai dengan ketentuan, sampai kepada kandungan bahan pangan yang tidak sehat,” katanya.

Dia mengatakan garam gula lemak dengan kadar yang tinggi  yang mungkin lebih disukai oleh masyarakat,  mulai dari anak-anak balita sampai orang dewasa dan lansia juga, yang akhirnya terakumulasi. “Saat ini bisnis burden kita yang paling tinggi adalah penyakit kardiovaskuler dan diabetes yang mostly disebabkan oleh makanan yang tidak sehat,” ujarnya.

Oleh karena itu, katanya, untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing, pemerintah harus memulai menyehatkan masyarakat dari mulai lahir. “Sekali lagi, dari mulai bayi baru lahir, tidak dicekoki dengan susu formula yang mengandung gula. Kami akan sangat keras sekali untuk menghilangkan kandungan gula pada susu-susu formula dan mereduksi kandungan gula pada bahan pangan olahan. Ini merupakan suatu upaya yang sangat-sangat besar yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung kesehatan masyarakat kita,” cetusnya. (cls)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU