22 May 2022
HomeBeritaPolisi Diminta Segera Tangkap Nicho Silalahi, Ikut Hina Kalimantan

Polisi Diminta Segera Tangkap Nicho Silalahi, Ikut Hina Kalimantan

PONTIANAK, SHNet – Praktisi hukum di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Tobias Ranggie SH, mendesak Polisi Republik Indonesia, segera menangkap Nicho Silalahi, salah satu pegiat media sosial.

“Selain Edy Mulyadi, kader Partai Keadilan Sejahtera yang menilai Kalimantan hanya tempat jin buang anak, Nicho Silalahi, ikut melecehkan masyarakat dari Kalimantan,” kata Tobias Ranggie, Kamis, 27 Januari 2022.

Tobias memperlihatkan postingan di twitter Nicho Silalahi (@Nicho_Silalahi), Kamis siang, 27 Januari 2022, berbunyi, ”Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks, anak² pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan “Tempat Jin Buang Anak” kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?”

Tobias Ranggie mendesak Polisi Republik Indonesia, untuk segera melakukan langkah hukum terhadap Nicho Silalahi, agar tidak terus-terusan membuat masyarakat gaduh, akibat orang seseorang ingin mencari panggung, dibalik sikap pro dan kontra sehubungan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Nicho Silalahi, apakah dengan komentar Anda, ini, Anda sudah memperhitungkan keselamatan orang Batak dari Marga Silalahi di Kalimantan? Hati-hati Anda! Tolong buktikan perempuan orang Kalimantan yang jadi budak seks di China?” ancam Tobias Ranggie.

Screenshot postingan di akun twitter @Nicho_Silalahi, Kamis, 27 Januari 2022.

Diungkapkan Tobias Ranggie, kendatipun dalam postingan di akun twitter tidak menyebut kata Kalimantan, tapi jelas ada satu kesatuan dengan tudingan terhadap warga Kalimantan, karena menyebut kata-kata marah setelah ada jin buang anak.

“Nicho Silalahi, ini, hanya pandai bicara. Tidak tahu bagaimana perjuangan warga asli Kalimantan dalam memperjuangkan hak atas tanah. Bagaimana resistensi warga Kalimantan terhadap praktik penggundulan hutan, hingga sekarang dilakukan kampanye ke lingkungan dunia internal. Nicho Silalahi, Anda akan tahu akibatnya,” ancam Tobias Ranggie.*

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU