25 April 2026
HomeBeritaPresiden di HPN 2022 Kendari: Bangun Ekosistem Industri Pers yang Kuat

Presiden di HPN 2022 Kendari: Bangun Ekosistem Industri Pers yang Kuat

SHNet, Kendari – Presiden  Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar insan pers membangun suatu ekosistem industri pers yang kuat. Kekuatan itu bukan hanya untuk  kepentingan insan pers saja melainkan seluruh elemen bangsa.

“Dalam kerangka industry pers yang sehat itu, tidka boleh kita hanya jadi pasar dari industri pers asing yang kini beragam platformnya. Pers kita harus menjadi simpul kemajuan bangsa,” ucap Presiden ketika memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di halaman utama kawasan masjid apung “Masjid Al Alam”, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (9/2/2022).

Jokowi menilai ekosistem industri pers harus ditata. Menurutnya, iklim kompetisi yang seimbang harus diciptakan dengan cara mengatur perusahaan platform asing agar semakin baik.

“Kita perkuat aturan bagi hasil yang adil dan seimbang antara platform global dan lokal. Tadi disampaikan ada beberapa pilihan yang mungkin bisa segera kita putuskan, apakah mendorong UU baru atau yang kedua merevisi UU lama, atau paling cepat dengan PP,” ujarnya,

Dengan demikian,  industri pers kita semakin sehat dan kuat. Kedaulatan informasi harus diwujudkan kita bersama, kita harus perkuat ekosistem industri pers nasional yang sehat.

Presiden yang batal hadir dan memberikan sambutan melalui zoom dari Istana Bogor itu melanjutkan, dalam dua tahun terakhir ini bahwa dalam dua tahun terakhir industri pers nasional mengalami tekanan yang cukup berat lantaran terdampak pandemi Covid-19. “Saya tau dalam dua tahun terakhir, industri pers nasional mengalami tekanan yang luar biasa berat,” kata Jokowi.

Lebih jauh Jokowi mengatakan, tekanan terhadap industri pers bukan hanya berasal dari pandemi Covid-19. Insan pers, juga harus menghadapi tekanan akibat disrupsi digital.Dan mengatasi tekanan dari berbagai platform raksasa asing yang menggerus potensi ekonomi dan pengaruh media-media arus utama.

Keala Negara mengatakan, perubahan drastis lanskap persaingan media di tanah air melahirkan berbagai persoalan yang pelik. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian lebih.

“Munculnya sumber informasi alternatif, tumbuh suburnya trend informasi yang semata mengejar klik atau views membanjiri konten yang hanya mengejar viral, masifnya informasi yang menyesatkan bahkan adu domba sehingga menimbulkan kebingungan dan perpecahan,” katanya.

Jokowi mengatakan dalam kondisi yang penuh tekanan, media mainstream harus bertransformasi untuk semakin inovatif, meningkatkan teknologi untuk mengakselerasi pertumbuhan yang sehat.

Ratusan orang hadir pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di halaman utama kawasan masjid apung “Masjid Al Alam”, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (9/2/2022).

Bangun Optimisme

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengajak insan pers nasional terus membangun optimisme masyarakat  menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan  pandemi Covid-19, dalam dua tahun terakhir.

“Meskipun berada dalam situasi pandemi, insan pers tetap bekerja, terus menyampaikan informasi, meningkatkan literasi, membangun optimisme, dan membangun harapan, sehingga masyarakat tetap tangguh menghadapi dampak pandemi Covid -19,” ujar Presiden

Dalam  kesempatan itu, Presiden Jokowi  menyampaikan apresiasinya kepada segenap insan pers nasional yang terus bekerja dan membangun optimisme masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.“Atas nama masyarakat, bangsa, dan negara saya menyampaikan selamat Hari Pers kepada seluruh insan pers Indonesia di manapun berada,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (Ketum PWI Pusat) Atal S. Depari dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kesempatan insan pers untuk memperoleh dosis vaksin Covid-19 di kesempatan awal. Insan pers merupakan garda terdepan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Masih teringat ketika HPN 2021 di Ancol, saat itu kami meminta vaksin (Covid-19) bagi kalangan pers. Permohonan itu Bapak Presiden kabulkan sehingga 5.500 wartawan mendapat vaksin di bagian awal,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Ketum PWI Pusat, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa secara keseluruhan hingga saat ini pemerintah telah menyuntikkan sebanyak 325 juta dosis vaksin kepada masyarakat, baik itu dosis pertama, kedua, maupun dosis penguat atau booster. Pemerintah, lanjutnya, juga memiliki stok vaksin yang cukup untuk pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Indonesia.

“Saat itu, dari PWI meminta untuk didahulukan dan saat itu memang kami hanya bisa memberikan 5 ribu dosis vaksin. Saat ini, kalau PWI masih minta lagi, Pak Atal Depari, kami ada stok 143 juta  dosis. Jadi, Bapak mau minta berapa akan saya beri, sekarang, sekarang juga karena stoknya banyak,” tandasnya.

Pada puncak HPN 2022,  juga diserahkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro kepada insan pers yang terbagi ke dalam enam kategori, yang terdiri atas,

Pertama,  Kategori Media Cetak diraih  Tim Harian Kompas  dengan judul “Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat.”

Kedua,  Kategori Media Siber diraih  Tim IDN Times melalui artikel berjudul “Bertaruh Nyawa, Berjuang Melawan Ganasnya Covid-19.”

Ketiga,  Kategori Televisi diraih  Tim CNN Indonesia TV dengan judul “Menghapus Mereka yang Mati.”

Keempat, Kategori Radio diraih oleh Tim RRI Sintang dengan judul “Oksigen Terakhir untuk Ayah.”

Kelima, Kategori Foto Berita diraih  Sigid Kurniawan dari LKBN Antara dengan judul “Ganda Putri Indonesia Raih Emas Olimpiade.”

Keenam,  Kategori Karikatur diraih  Ashady dari JPNN.com dengan judul “Kritiklah Daku.”

Dakam acara HPN ini  juga dilakukan penyerahan Penghargaan Anugerah Kebudayaan kepada sembilan orang kepala daerah, yaitu Wali Kota Padang Panjang, Bupati Magetan, Bupati Lamongan, Bupati Indramayu, Bupati Sumbawa Barat, Wali Kota Bengkulu, Wali Kota Surakarta, Bupati Buton, dan Bupati Lamandau.

Sementara itu,  Penghargaan Press Card Number One kepada 30 orang wartawan yang karyanya diakui tingkat nasional dan internasional. Penerimaan penghargaan diwakili  lima orang penerima yaitu C. Herry SL, Suprapto, Ramon Damora, Mahmud Matangara, dan Syafruddin Pernyata.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang ditandatangani  Ketua Umum  PWI Pusat Atal S. Depari dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Selanjutnya, penandatanganan MoU antara PWI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), PT Astra International Tbk, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta MoU antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). (sur)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU