SHNet, Jakarta-IDWRITERS secara resmi memperkenalkan OTHER MAPS, sebuah jurnal sastra independen yang didedikasikan untuk karya sastra Indonesia dalam terjemahan bahasa Inggris. Diterbitkan secara berkala (quarterly), OTHER MAPS hadir sebagai platform kuratorial yang membawa tulisan Indonesia ke dalam sirkulasi dan percakapan sastra global.
Dalam lanskap sastra internasional, distribusi dan pengakuan karya sering kali dipengaruhi oleh bahasa dominan serta pusat-pusat budaya yang telah mapan. Struktur ini memengaruhi karya mana yang diterjemahkan, dibaca luas, dan dianggap relevan secara global. Melalui OTHER MAPS, IDWRITERS memperluas ruang tersebut dengan menghadirkan perspektif, sejarah, dan pengalaman hidup dari Indonesia kepada pembaca internasional.
Dalam rilis yang diterima Selasa (24/02/2026), disebutkan, OTHER MAPS didirikan sebagai inisiatif jangka panjang untuk memperkuat kehadiran sastra Indonesia di tingkat global. Jurnal ini dikelola secara independen dengan misi meningkatkan sirkulasi, keterbacaan, dan keterlibatan kritis terhadap karya sastra Indonesia lintas bahasa dan budaya. Beroperasi di luar kerangka birokratis maupun institusional, OTHER MAPS menekankan kualitas editorial, integritas terjemahan, serta keberlanjutan publikasi, sekaligus membuka ruang bagi beragam perspektif yang memperkaya percakapan sastra global.
Dalam proses pendiriannya, Valent Mustamin selaku Founder IDWRITERS menggandeng sejumlah rekan dengan rekam jejak kuat di bidang kepenulisan, sastra, media, dan penerjemahan untuk turut melahirkan dan mengembangkan OTHER MAPS. Tim editorial diperkuat oleh Damhuri Muhammad, Lita Soerjadinata, dan Desca Angelianawati sebagai Senior Editors; Foggy FF sebagai Managing Editor; serta dua Editors-at-Large IDWRITERS, Hana Anandira dan Dena Igusti yang ikut membidangi penerjemahan dan penyuntingan.
Nama OTHER MAPS mencerminkan pendekatan terhadap sastra sebagai ruang yang terdiri atas berbagai geografi dan perspektif. Jurnal ini mengangkat tulisan yang lahir dari sejarah lokal, pengalaman sosial, serta konteks kehidupan yang beragam di Indonesia. Setiap teks diposisikan sebagai orientasi baru dalam memahami lanskap sastra global.
Sebagai jurnal yang berfokus pada karya dalam terjemahan, proses alih bahasa menempati posisi sentral dalam kerja editorial OTHER MAPS. Penulis dapat mengirimkan karya dalam bahasa Indonesia, dan karya terpilih akan dikembangkan melalui kolaborasi antara penulis, editor, dan penerjemah untuk memastikan akurasi, kualitas literer, serta integritas konteks dan suara. Pendekatan ini menempatkan terjemahan sebagai kerja intelektual dan editorial yang memperluas makna lintas bahasa.
Edisi Perdana: On Indigeneity: Reclaiming Spotlight
Volume 1 Issue 1, yang dijadwalkan terbit pada April 2026, mengangkat tema “On Indigeneity: Reclaiming Spotlight.” Tema ini mengeksplorasi indigeneitas sebagai pengalaman hidup yang terbentuk melalui memori komunal, relasi dengan tanah dan laut, sistem pengetahuan lokal, serta dinamika perubahan sosial dan ekonomi.
Tulisan-tulisan dalam edisi perdana menyoroti bagaimana komunitas, termasuk masyarakat pesisir dan kelompok adat, merekam realitas mereka melalui sastra—baik dalam bentuk narasi, refleksi kritis, maupun ekspresi kreatif lainnya.
Rencananya, OTHER MAPS akan diterbitkan dalam tiga format: Web Edition (akses digital) sebagai kanal utama, PDF Edition (arsip unduhan), serta Print-on-Demand (cetak fisik untuk distribusi internasional). Model multi-format ini dirancang untuk mendukung aksesibilitas pembaca global, keberlanjutan operasional, serta distribusi lintas wilayah tanpa ketergantungan pada infrastruktur terpusat.(sur)

