Jakarta-Seorang pekerja asal Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) Dolviana (26) nyaris menjadi korban penipuan di Medan, Sumatera Utara. Namun, polisi yang memperoleh informasi segera membekuk pelaku. Badan Penghubung NTT di Jakarta berupaya memfasilitasi kepulangan Dolviana dari Medan ke Jakarta untuk selanjutnya dipulangkan ke Kupang.
Demikian informasi yang diperoleh dari Kepala Tata Usaha Badan Penghubung NTT di Jakarta, Florida Taty Setiawati di Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Menurut Florida, Dolviana sudah berada di Jakarta dan untuk sementara diinapkan di Wisma NTT di Jakarta. Selain itu, pihaknya juga sudah menghimpun detail informasi dari Dolviana sejak keberangkatan dari Malaka sampai ke Medan.
Dia menjelaskan, pada hari Senin (23 September 2024), Dolviana dijempuat salah staf Badan Penghubung Provinsi NTT dari Bandara Sukarno – Hatta. Selanjutnya, Dolviana dibawa ke Kantor Badan Penghubung NTT dalam keadaan sehat. Sesuai petunjuk Kepala Badan Penghubung, Dolviana akan menginap sementara di Wisma NTT sambal menunggu kepulangan ke kampung halaman di Malaka.
Florida menjelaskan, semula Dolvinana mendapatkan informasi lowongan pekerjaan sebagai ART atau Penjaga Counter telepon seluler melalui media sosial facebook dari seseorang bernama Andre. Dolviana dijanjikan akan diberikan gaji sebesar Rp. 1.500.000 per bulan di Medan, Sumatera Utara.
Sesuai kesepakatan itu, Dolviana berangkat dari Malaka ke Kupang pada 20 September 2024 dengan menggunakan travel. Selain itu, Dolviana dijanjikan akan menerima uang saku untuk kebutuhan keluarga di Malaka yang akan diberikan ketika tiba di Kupang. Hanya saja ketika dia menanyakan uang saku yang dijanjikan, Andre mengatakan akan diberikan setelah tiba di Medan. Untuk itu, pada 21 September 2024 Dolviana melakukan penerbangan ke Medan.
Ketika tiba di Medan, Dolviana dijemput seseorang yang memperkenalkan diri sebagai pemberi kerja. Hanya saja, Dolviana menangkap gejagat aneh karena dia dibawa ke sebuah rumah seperti gudang dan disekap selama kurang lebih tiga jam. Karena merasa tidak nyaman Dolfiana menghubungi kenalannya yang bernama Fadli di Facebook, dan Fadly memintanya untuk membagikan lokasi tempat penyekapan.
Dengan informasi awal itu, Fadly segera menghubungi Polsek setempat dan atas saran dari Polisi diminta untuk menghubungi kembali calon pemberi kerja tersebut dengan alasan rumah kebakaran dan akhirnya polisi berhasil menangkap calon pemberi kerja dan segera digiring ke polsek setempat.
Setelah berada di Polsek, Dolviana dikunjungi seorang Warga NTT, Lambert yang segera memfasilitasi Dolviana untuk membawa ke Pastoran Medan. Informasi yang dialami Dolviana ini juga sampai kepada Mantan Wagub NTT Josef Nae Soi.
“Bapak Josef Nae Soi membantu untuk menerbangkan Dolviana dari Medan ke Jakarta. Selain itu, Bu Ince Sayuna Juga membantu keluarga di Malaka,” jelasnya.
Kasus tenaga kerja NTT yang menjadi korban penipuan seperti ini merupakan kasus yang sering terjadi. Untuk itu, setiap calon pekerja asal NTT diharapkan berhati-hati dan selalu memastikan identitas dan lokasi pekerjaan sebelum memastikan untuk menerima pekerjaan.(den)

