SHNet, Banjarmasin— Di era sekarang, anak-anak dan remaja tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan mereka berinternet. Kendati ada sejumlah dampak buruk internet terhadap perkembangan anak-anak dan remaja, namun banyak pula manfaat positif dari internet.
Orang tua bisa melakukan sejumlah hal agar anak mereka terhindar dari bahaya atau dampak negatif berinternet.
Demikian kesimpulan dalam webinar dengan tema “Menjadi Orang Tua yang Bijak di Era Digital”, Rabu, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Webinar tersebut menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang, Agustin Rahmawati; Core Team Mitra Muda UNICEF sekaligus Jawara Internet Sehat Sulawesi Selatan, Rendy Saputra; serta Founder ParenThink dan KOL Nasional, Mona Ratuliu.
Dalam paparannya, Agustin menyampaikan bahwa tantangan orang tua di era sekarang kian berat. Pasalnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, terkadang anak lebih pintar dari orang tua dalam penggunaan gawai. Selain itu, anak kerap menginginkan kebebasan dalam mengakses internet.
Hal lainnya yang kerap mengkhawatirkan adalah anak dalam penggunaan gawai bebas terhubung dengan siapa saja dan dari mana saja tanpa kontrol ketat.
“Oleh karena itu, orang tua di jaman sekarang harus juga mengasah kemampuan dan ketrampilan digital. Bangun komunikasi yang efektif dengan anak dan orang tua harus bersikap sebagai teman yang baik bagi anak dan bisa menjadi panutan. Tentu saja, gunakan pula aplikasi parental control pada gawai anak,” ucap Agustin.
Orang tua, lanjut Agustin, mesti sadar bahwa penggunaan gawai pada anak secara berlebihan juga bisa berdampak buruk. Beberapa dampak buruk tersebut adalah kurang minat bersosialisasi dengan orang lain, bisa mengalami gangguan mental, berpotensi menjadi korban perundungan siber, terbiasa dengan ujaran kebencian, atau juga berpotensi terpapar konten pornografi.
Rendy Saputra membenarkan bahwa generasi mudah sekarang, yakni anak-anak dan remaja, tidak bisa lepas dari aktivitas berinternet sehari-hari. Selain sebagai sarana mencari informasi dan berkomunikasi, internet juga digunakan sebagai sarana mencari hiburan sekaligus bersosialisasi. Namun, di balik itu, internet juga bisa menjadi ladang bisnis usaha baru yang menarik.
Menurut Rendy, orang tua harus memberi batasan-batasan bagi anak-anak dalam bermedia sosial. Salah satu batasan yang harus diberikan adalah tidak berlebihan atau menghabiskan banyak waktu dalam menggunakan gawai, serta menanamkan etiket atau norma dalam berkomunikasi di media sosial.
Pasalnya, terdapat sejumlah dampak negatif berinternet apabila berlebihan dalam menggunakannya.
“Di internet, banyak sekali informasi negatif di samping ada yang positif. Selain itu, kebebasan dalam internet berpotensi membuat seseorang menjadi pelaku atau korban perundungan siber. Dampak buruk lainnya anak bisa menjadi sosok atau pribadi tertutup karena kurang bersosialisasi di dunia nyata,” tutur Rendy.
Mona Ratuliu, sebagai pemateri terakhir, mengungkapkan, tak dipungkiri bahwa internet memberi banyak manfaat bagi anak-anak dan remaja, di samping bahaya yang sudah disampaikan oleh narasumber sebelumnya.
Sejumlah manfaat internet adalah sebagai tempat belajar hal baru dan mendapatkan informasi, menunjang proses belajar dan mengajar, mengoptimalisasi penggunaan bahasa asing, sarana berkolaborasi, dan yang tak kalah pentingnya adalah biayanya terjangkau.
“Agar anak terhindar dari paparan negatif internet, sebaiknya orang tua membuat kesepakatan dengan anak dalam hal penggunaan internet. Contohnya, beri waktu 15 menit untuk mendengarkan paparan anak, lalu sediakan 10 menit untuk paparan orang tua. Kemudian, 10 menit sebagai waktu untuk berbagi pengalaman, 20 menit menyusun kesepakatan bersama, serta 5 menit sebagai refleksi dan rencana aksi,” ucap Mona.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. (Stevani Elisabeth)

