17 February 2026
HomeBeritaTak Perlu Khawatir, Maltodekstrin dalam Susu Formula Aman dan Diatur BP

Tak Perlu Khawatir, Maltodekstrin dalam Susu Formula Aman dan Diatur BP

SHNet – Banyak orang tua yang masih bertanya-tanya tentang kandungan dalam susu formula, salah satunya maltodekstrin. Bahan ini cukup sering digunakan dalam susu formula bayi yang beredar di Indonesia. Meski kerap disalahpahami, maltodekstrin sebenarnya merupakan bahan yang telah diakui aman dan penggunaannya diatur secara ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apa Itu Maltodekstrin?

Maltodekstrin adalah karbohidrat olahan yang berasal dari pati, seperti jagung, beras, atau kentang. Proses pembuatannya melalui hidrolisis, yaitu pemecahan pati menjadi rantai glukosa yang lebih pendek. Struktur ini membuat maltodekstrin mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.

Bagi bayi, terutama pada masa awal pertumbuhan, asupan energi sangat dibutuhkan. Energi ini berperan penting dalam mendukung perkembangan otak, kemampuan motorik, serta aktivitas harian bayi yang semakin meningkat.

Peran Maltodekstrin dalam Susu Formula

Tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, maltodekstrin juga memiliki peran teknis dalam kualitas susu formula. Bahan ini membantu menciptakan tekstur susu yang lebih halus, mudah larut saat diseduh, dan tetap stabil.

Pada beberapa jenis formula khusus, seperti susu rendah laktosa atau bebas laktosa, maltodekstrin digunakan sebagai alternatif karbohidrat. Hal ini bermanfaat bagi bayi yang memiliki intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan tertentu, sehingga tetap bisa mendapatkan asupan energi yang dibutuhkan tanpa menimbulkan masalah pencernaan.

Bagaimana Aturan BPOM?

Di Indonesia, BPOM mengklasifikasikan maltodekstrin sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP). Fungsinya antara lain sebagai pengisi (filler), penstabil, penguat tekstur, dan pendukung sifat fisik produk pangan, termasuk susu formula.

Penggunaannya tidak boleh sembarangan. Produsen wajib mematuhi batas penggunaan, tujuan teknologi pangan, serta aturan pelabelan yang telah ditetapkan. BPOM menegaskan bahwa setiap BTP hanya diizinkan jika terbukti aman dan memiliki fungsi yang jelas dalam produk.

Karena itu, maltodekstrin masuk dalam kategori “diizinkan dengan pengaturan”, bukan bahan berisiko tinggi atau bahan yang dilarang.

Bukan Sekadar Gula Tambahan

Salah satu kekhawatiran orang tua adalah anggapan bahwa maltodekstrin sama dengan gula tambahan. Padahal, secara regulasi dan fungsi, maltodekstrin berbeda dengan sukrosa atau glukosa.

BPOM juga memiliki aturan tersendiri terkait pengawasan gula tambahan dalam susu formula dan produk pertumbuhan. Kehadiran maltodekstrin tidak serta-merta membuat susu formula menjadi “tinggi gula”, selama penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Diakui Aman Secara Internasional

Keamanan maltodekstrin tidak hanya diakui di Indonesia. Lembaga internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan European Food Safety Authority (EFSA) juga menyatakan maltodekstrin aman digunakan dalam produk pangan bayi, termasuk susu formula.

Selain itu, maltodekstrin bersifat bebas gluten, sehingga dapat digunakan pada bayi dengan sensitivitas gluten atau kebutuhan diet tertentu.

Tips untuk Orang Tua

Meski maltodekstrin dinyatakan aman dan diawasi secara ketat, orang tua tetap dianjurkan untuk:

  1. Membaca label komposisi pada kemasan susu formula.
  2. Memahami fungsi masing-masing bahan
  3. Memilih susu formula sesuai kebutuhan dan kondisi bayi.
  4. Berkonsultasi dengan dokter anak bila ragu atau memiliki kekhawatiran tertentu

Dengan informasi yang tepat, orang tua dapat lebih tenang dan bijak dalam memilih susu formula terbaik untuk mendukung tumbuh kembang buah hati.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU