22 May 2022
HomeBeritaTNI-Polri Lamban Tangani Konflik Ori-Kariuw

TNI-Polri Lamban Tangani Konflik Ori-Kariuw

AMBON–Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Pendeta Elifas Maspaitella menilai konflik yang terjadi antara kedua negeri bertetangga, Ori-Kariu-Pelauw, dikarenakan lambannya penanganan dari aparat keamanan.

Hal ini disampaikan Maispaitella dalam rapat bersama Pemda Maluku yang berlangsung di lantai dua kantor Gubernur, Rabu (26/01/2022).

Dia menjelaskan, sebelum peristiwa yang memakan korban jiwa dan harta banda ini, ternyata warga telah melaporkan kepada pihak yang berwajib. Bahkan pimpinan gereja telah berkoordinasi sejak awal untuk meminta tambahan personil.

Namun laporan yang disampaikan tidak direspon, sehingga jumlah aparat keamanan yang ada tidak sebanding dengan kelompok masyarakat yang berada di Desa Pelauw dan Ori.

“Itu alasan mengapa kami menyesal, karena pergerakan personil tambahan baru terjadi di pagi hari ketika puluhan rumah sudah terbakar, tersisa hanya Gereja” ungkapnya.
Walaupun demikain, ia tetap mendukung segala proses baik yang dilakukan Pemerintah Daerah dan pihak TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di pulau Haruku secara keseluruhan.

Maspaitela juga meminta kepada pihak keamanan untuk mengungkap dan menindak tegas pelaku dibalik konflik sosial ini.

“Harus diproses karena itu sebuah tindakan pidana, agar ada rasa keadilan bagi masyarakat, karena pada awalnya warga tidak menyangka akan berimbas terhadap persoalan yang lebih besar,” katanya.

Rumah Terbakar

Bentrok terbuka antara dua negeri bertetangga Ori dan Kariuw di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, (Malteng), Maluku akhirnya pecah, Rabu (26/1/2022).

Bentrok antara kedua kelompok ini terjadi Rabu dinihari pagi. Sejumlah rumah warga Kariu dibakar.

Menurut informasi yang dihimpun, warga Kariuw yang terdiri dari anak-anak dan perempuan sudah diungsikan menyusul rentetan tembakan yang terdengar sejak malam di daerah perbatasan.

Keberadaan aparat kepolisian dan TNI yang melakukan penyekatan ternyata tidak berhasil, karena penyerangan tetap saja terjadi. Aparat tidak mampu membendung kelompok yang menyerang.

Ketegangan antara kedua desa ini telah meningkat sejak Selasa sore, menyusul adanya cekcok masalah batas tanah, dan dilanjutkan dengan pembacokan terhadap warga Kariuw di Ori.

Korban adalah Junaedi Leatomu (31) yang baru saja pulang kerja dari Waimital, sehingga tidak mengetahui adanya ketegangan. Korban dibacok saat melintas di Ori.

Atas insiden itu, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, mengimbau warga yang berkonflik untuk menahan diri. Saat ini, aparat keamanan sudah dikerahkan dan melakukan pengamanan di sana.

“Benar ada kesalahpahaman di sana, dan sudah kita dorong pasukan ke sana untuk membantu pengamanan. Dan Bapak Kapolda mengimbau kepada pihak-pihak berkonflik agar dapat menahan diri,” jelas Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Rum Ohoirat.

Juru bicara Polda Maluku ini meminta warga agar tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan. Pihaknya kini sedang menyelidiki aktor-aktor dibalik insiden tersebut.

“Kami minta warga juga tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan, karena kita sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, dan penyelidikan,” tegas Rum.

Bahkan, lanjut Rum, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Dandim beserta Bupati Maluku Tengah sedang menuju lokasi kejadian.

“Sekali lagi kami minta warga menahan diri, karena kami sedang melakukan penyelidikan. Kita akan mengambil tindakan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat,” katanya.(sp)

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU