22 May 2022
HomeBeritaRatusan Warga Kariuw Korban Konflik Mengungsi ke Negeri Aboru

Ratusan Warga Kariuw Korban Konflik Mengungsi ke Negeri Aboru

AMBON-Warga Kariu korban konflik memilih untuk mengungsi ke Negeri Aboru. Mereka terpaksa meninggalkan kampungnya setelah rumah-rumah mereka dibakar saat konflik dengan Negeri Ori.

Dua negeri bertetangga yang berada di Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini terlibat konflik dipicu masalah sengketa tanah yang tak kunjung diselesaikan.
Warga Kariu telah masuk ke Negeri Aboru sejak siang, dan mencapai jumlah ratusan orang.

Mereka yang terdiri dari anak-anak dan perempuan nekat menempuh perjalanan melewati hutan dalam kondisi hujan lebat, untuk menyelamatkan diri. Kini mereka ditampung di Gereja Aboru, dan telah mendapat penanganan dari Klasis Pulau Haruku.

Salah satu majelis jemaat Aboru, Ely Tuankotta yang dikonfirmasi via ponselnya, Rabu (26/1/2021) malam menjelaskan, hingga pukul 21.30 Wit, warga Kariu masih terus berdatangan. Ratusan orang masih berada di Hutan, belum mencapai Aboru.
“Hingga saat ini pengungsi dari basudara Kariu masih terus datang dan ditampung di gereja,” jelas Elly.

Mereka yang mengungsi tidak membawa apapun, karena tergesa-gesa meninggalkan negerinya saat terjadi penyerangan.

“Kondisi korban konflik sangat memprihatinkan, dan banyak yang drop karena menempuh perjalanan jauh. Tapi ada tenaga kesehatan dari TNI yang memeriksa kondisi kesehatan mereka,” ujarnya.

Ely menjelaskan, saat ini dari Klasis Pulau Haruku telah bergerak cepat dengan menyalurkan pakaian bekas layak pakai karena sangat dibutuhkan. Selain itu, kebutuhan makan bagi korban konflik ditanggulangi oleh gereja setempat dibantu Klasis Pulau Haruku.

“Saya belum tahu, apakah ada bantuan dari pihak lain yang masuk. Tapi saat ini semua korban konflik tidak bisa ditampung di gereja karena jumlahnya banyak. Jadi ada kemungkinan akan disalurkan ke rumah-rumah warga Aboru untuk berisitirahat malam ini,” katanya. (sp)

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU