25 April 2026
HomeBeritaPino Bahari Kecelakaan, Menpora Erick Thohir Cuek

Pino Bahari Kecelakaan, Menpora Erick Thohir Cuek

Jakarta-Petinju kelas menengah, peraih medali emas Asian Games Beijing 1990, Pino Bahari mengalami kecelakaan. Petinju yang lolos pada Olimpiade Barcelona 1992 dan Athena 1996 ini mengalami kecelakaan, saat mengendarai motor di Denpasar, Bali, Senin 13 April 2026.

Akibat kecelakaan tersebut, Pino mengalami patah engkel kaki kiri dan patah tulang rusuk kiri bagian belakang 4 ruas.

Ternyata, nasib atlet Indonesia memang miris. Indonesia Peduli Olahraga (IPO) mendapatkan informasi, bahwa Pino yang merupakan putra pelatih tinju legendaris Indonesia, Daniel Bahari itu kerjanya serabutan. Menjadi driver ojek online dan juga jadi panitia tinju lokal, dimana penghasilan ala kadarnya.

Makanya, Pino tidak mampu membayar biaya operasinya yang menembus Rp200 juta, karena memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya saja ngos-ngosan.

Kini, dia yang terkapar di rumah sakit terus kesakitan, dan masih membutuhkan biaya untuk biaya dokter dan obat-obatan.

Lhok, kok bisa gitu ya!? Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dipimpin Erick Thohir, dan Wamenpora, Taufik Hidayat, yang juga sebagai Olympian tidak ada simpatinya.

Jangankan menjenguk, ucapan keprihatinan pun tidak keluar apalagi memberikan bantuan terhadap anak bangsa yang sudah mengibarkan Merah Putih, dan mendengungkan lagu Indonesia Raya, di ajang multi event Asian Games.

Yang lebih miris lagi, Indonesian Olympian Association (IOA) yang dipimpin mantan petenis Yayuk Basuki, bergeming sama sekali. Tidak ada bantuan yang dialirkan kepada Pino. Padahal, IOA itu kan pernah mendapatkan dana sponsor sebesar Rp 2,5 miliar. Kemana yah dana itu? Kok diam-diam aja?

IPO memberi saran kepada Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto yang akan mereshuffle Kabinet Merah Putih sebaiknya memasukkan nama Menpora Erick Thohir dan Wamenpora Taufik Hidayat, dalam daftar yang wajib dibuang dari Kabinet Merah Putih.

Kalau bisa, Etho dan Taufik, masuk daftar paling atas dibuang dari kabinet.

Kalau pemimpinnya tidak peduli dan cuek bebek, bagaimana nasib atlet-atlet lain, yang sudah berdarah-darah di saat usia muda, hanya dijadikan ” pigura” di hari tua. Inilah wajah olahragawan di Indonesia.(Erwiyantoro)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU