SHNet, Rote Ndao – Upaya menekan angka stunting tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan bergizi. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak juga menjadi faktor penting yang menentukan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga.
Pesan inilah yang menjadi semangat utama Festival Keluarga Malole #BapaHebat #MamaBijak yang digelar Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Selasa (9/6/2026). Festival tersebut mengajak ayah dan ibu berbagi peran dalam pengasuhan demi menciptakan keluarga yang lebih sehat, setara, dan tangguh.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mengatakan tema pengasuhan bersama sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi daerahnya, terutama tingginya angka stunting yang masih mencapai 32,4 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
“Pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, tempat nilai-nilai kehidupan ditanamkan dan masa depan bangsa dipersiapkan,” ujarnya.
Direktur Eksekutif ARUNGI, Dinnia Joedadibrata, menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kurangnya asupan gizi. Pola pengasuhan, kesehatan ibu dan anak, serta keterlibatan kedua orang tua memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan anak.
Temuan ARUNGI melalui Focus Group Discussion terhadap 73 ayah di enam desa dampingan menunjukkan sebagian besar ayah belum aktif terlibat dalam pengasuhan. Bahkan, 83 persen responden menganggap kunjungan ke posyandu merupakan tugas ibu semata.
“Ketika ayah terlibat aktif dalam pengasuhan, ibu mendapat dukungan yang lebih besar, anak memperoleh perhatian yang lebih baik, dan keluarga memiliki peluang lebih besar menerapkan pola hidup sehat,” kata Dinnia.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan dalam festival ini adalah pengembangan Kintal Gizi, sebutan lokal untuk kebun gizi di pekarangan rumah. Program tersebut mengintegrasikan edukasi pengasuhan dengan penyediaan sumber pangan bergizi bagi keluarga.
Saat ini, model Kintal Gizi telah diterapkan di enam desa dan menjangkau sekitar 118 keluarga. Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pola asuh dan gizi, tetapi juga memiliki akses langsung terhadap bahan pangan sehat.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkomitmen mengalokasikan anggaran tahun 2027 untuk mereplikasi 1.200 Kintal Gizi di seluruh wilayah kabupaten.
“Kami melihat pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga menuju kehidupan yang lebih sehat dan mandiri,” ujar Paulus.
Festival Keluarga Malole juga menjadi momentum penguatan kolaborasi antara ARUNGI dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam upaya pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.
Lebih dari 300 peserta dan 50 mitra strategis nasional maupun daerah hadir dalam festival tersebut. Penyanyi sekaligus aktivis keluarga Widi Mulia bersama aktor Dwi Sasono turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan saling mendukung.
Melalui gerakan #BapaHebat #MamaBijak, Rote Ndao ingin menunjukkan bahwa masa depan anak-anak Indonesia tidak hanya ditentukan oleh makanan yang tersedia di meja makan, tetapi juga oleh kehadiran ayah, dukungan bagi ibu, dan kekuatan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. (Stevani Elisabeth)

