1 December 2021
HomeBeritaBPIP Sayangkan Merah Putih Tak Berkibar, Tapi Jangan Berkecil Hati

BPIP Sayangkan Merah Putih Tak Berkibar, Tapi Jangan Berkecil Hati

Jakarta-Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyayangkan Bendera Merah Putih yang tidak dikibarkan di kejuaraan bulu tangkis Piala Thomas Cup tahun 2020. Namun, masyarakat Indonesia terutama Atlet dan Official tidak berkecil hati.

Demikian Staf Khsusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, walaupun tanpa bendera merah putih gelora kemenangan bangsa Indonesia tertanam di dalam dada masyarakat Indonesai terutama di dalam dada para atlet.

“Merah putih itu ada di dada mereka, merah putih itu menjadi spirit mereka untuk mempertahankan nama baik bangsa, baiagaimana pertandingan itu menggetarkan dunia,” katanya.

Bangsa Indonesia, katanya, terutama para atlet harus memiliki mental juara dan kemudian muncul sang generasi juara-juara lainnya di bidang olah raga bulu tangkasi yang selalu mengharumkan nama baik Indonesia.

“Mental juara itu tidak pernah mengeluh, tidak pernah meminta fasilitas, tapi memiliki komitmen untuk membawa nama baik bangsa,” tegasnya.

Kemenangan piala thomas merupakan penantian panjang bangsa indonesia sejak 19 tahun, saat ini kembali direbut bangsa Indoneisa. Momentum tersebut dinilai kebangkitan bangsa indonesia terutama pada bidang oleh raga bulu tangkis.

“Momentum kebangkitan ini merupakan kesempatan kita bahwa bulu tangkis milik bangsa indoensia, karena dari bulu tangkis nama-nama tokoh besar mulai muncul,” jelasnya.

Romo Benny mendorong untuk mengelola bidang olah raga bulu tangkis untuk terus dikelola dengan baik, sehingga diharapkan bangsa Indonesia selalu mempertahankan juara di semua kejuaraan tingkat dunia.

“Dengan ini kita melihat bulu tangkis bisa dikelola dengan baik, maka ini akan selalu mengharumkan nama baik bangsa”, ujarnya.

Ia menilai olah raga bulu tangkis merupakan olah raga profesional dan harus meningkatkan kemampuan regenerasi anak-anak muda, sehingga harus dipupuk mulai dari event-event tingkat RT, kampung desa hingga tingkat nasional.

Ia menyayangkan dalam kasus doping tersebut karena tidak ada antisipasi dari pihak penanggungjawab baik official maupun pemerintah dalam membangun diplomasi dengan kepenitiaan Thomas Cup.

Ramai diberitakan Indonesia juara Piala Thomas 2020 setelah di final mengalahkan China, Minggu (17/10/2021) malam di Aarhus, Denmark. Namun saat pemberian medali di podium tidak ada bendera Merah Putih yang dikibarkan dan diganti dengan logo Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Hal ini tentu menjadi aib yang disayangkan, sebab Indonesia menanti 19 tahun untuk kembali membawa pulang Piala Thomas. Terakhir kali Indonesia merebut Piala Thomas adalah pada edisi 2002 yang digelar di Guangzhou, China.

Sanksi diberikan karena ketidakmampuan Indonesia memenuhi rencana jumlah tes doping tahunan. Wakil Ketua Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) dr Rheza Maulana mengatakan, LADI tidak mampu memenuhi target tes doping tahunan karena terkendala pandemi Covid-19.(sp)

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU